• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Wayang Topeng, WBTB Kedung Panjang Pati yang Tampil Setahun Sekali

Redaksi by Redaksi
April 18, 2026
in Regional
0
Wayang Topeng, WBTB Kedung Panjang Pati yang Tampil Setahun Sekali
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Sabtu Kliwon pada bulan Apit atau Dzulqa’dah dalam penanggalan Jawa menjadi hari yang sangat sakral bagi warga Dukuh Kedung Panjang, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Pada momen tersebut, masyarakat setempat menggelar tradisi sedekah bumi yang telah dijaga turun-temurun sejak abad ke-18.

​Inti dari tradisi ini terletak pada pementasan Wayang Topeng, sebuah kesenian sakral yang hanya dipentaskan satu kali dalam setahun. Kesenian yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan pada tahun 2021 ini bukan sekadar hiburan, melainkan ritual tolak bala guna menghindari wabah sekaligus simbol syukur atas hasil bumi yang melimpah.

​Keunikan Wayang Topeng dan Atribut Ratusan Tahun

​Meskipun sekilas menyerupai wayang orang, Wayang Topeng memiliki karakteristik unik di mana kendali cerita sepenuhnya dipandu oleh seorang dalang. Pementasan ini melibatkan 17 pemain yang mayoritas adalah laki-laki dengan membawakan lakon Among Tani yang berkisah tentang dinamika kehidupan pertanian.

Baca juga: Tak Sekadar Ngaji, Santri di Pati Diajari Jadi Entrepreneur Olahan Lele

​Hal yang paling istimewa dari kesenian di Desa Soneyan ini adalah penggunaan 35 topeng asli peninggalan nenek moyang yang telah berumur ratusan tahun. Sebelum mengenakan atribut bersejarah tersebut, para pemain diwajibkan menjalani ritual penyucian diri sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai sakral pementasan.

​Aturan Ketat: Pemain Harus Warga Asli Kedung Panjang

​Kepala Desa Soneyan, Margi Siswanto, menjelaskan bahwa regenerasi pemain dilakukan secara ketat di lingkungan internal desa. Aturan tidak tertulis yang masih dijaga hingga kini adalah seluruh pemain harus merupakan warga asli Dukuh Kedung Panjang.

​“Pemainnya 100 persen selalu warga Kedung Panjang. Tidak bisa orang luar,” ungkap Margi Siswanto saat ditemui di lokasi kegiatan, Sabtu (18/4/2026).

​Pihak desa terus berkomitmen menjaga kelestarian budaya ini dengan melibatkan generasi muda. Saat ini, beberapa warga berusia belasan tahun sudah menjadi pemain utama. Bahkan, bagi anak-anak usia sekolah, disediakan pementasan khusus pada malam hari agar mereka terbiasa dengan nilai-nilai seni tersebut sejak dini.

​Dedikasi Pemain dan Kelestarian Budaya Lokal

​Salah satu pemain senior, Suparji, membagikan pengalamannya yang telah aktif naik panggung sejak tahun 1987. Mengingat peran yang dibawakan sudah sangat mendarah daging, ia mengaku tidak memerlukan persiapan khusus selain proses geladi resik singkat sebelum acara dimulai.

Baca juga: Guru Sosiologi Pati Bedah AI: Cukup untuk Olah Data, Jangan Jadi Segalanya!

​“Nggak ada latihan biasanya. Cuma ada sedikit saja gladi resik,” jelas Suparji mengenai persiapannya setiap tahun.

​Keahlian para pemain lokal di Margoyoso ini terbilang luar biasa. Suparji menambahkan bahwa satu orang pemain sering kali dituntut mampu memerankan hingga tiga tokoh berbeda jika ada rekan yang berhalangan hadir. Dedikasi kolektif inilah yang membuat Wayang Topeng Kedung Panjang tetap eksis dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Pati. (LK1)

​Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: Wayang Topeng
Previous Post

Nakal Soal Limbah Lagi, Operasional PT Indo Seafood Rembang Disegel

Next Post

4 Terdakwa Tongtek Maut Talun Pati Divonis 3 Tahun Penjara

Redaksi

Redaksi

Next Post
4 Terdakwa Tongtek Maut Talun Pati Divonis 3 Tahun Penjara

4 Terdakwa Tongtek Maut Talun Pati Divonis 3 Tahun Penjara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 100 Fans
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

September 7, 2025
Asyiknya Nyore di Angkringan Semar, Cuma 10 Menit dari Alun-Alun Pati

Asyiknya Nyore di Angkringan Semar, Cuma 10 Menit dari Alun-Alun Pati

Januari 3, 2026
Menikmati Lontong Balungan Mbah Rum yang Legendaris di Kropak Pati

Menikmati Lontong Balungan Mbah Rum yang Legendaris di Kropak Pati

Januari 2, 2026
Optimalkan Program Jaga Desa, Bupati Sam’ani Kejar Transparansi Anggaran

Optimalkan Program Jaga Desa, Bupati Sam’ani Kejar Transparansi Anggaran

Mei 29, 2026
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
Mulai Rp3 Ribu, Warung di Alun-Alun Kembangjoyo Pati Ini Jual Kuliner Langka

Mulai Rp3 Ribu, Warung di Alun-Alun Kembangjoyo Pati Ini Jual Kuliner Langka

Mei 30, 2026
Ayam Panggang Kaya Rempah Berpadu Pecel Pakis yang Bikin Nagih di Kajar Kudus

Ayam Panggang Kaya Rempah Berpadu Pecel Pakis yang Bikin Nagih di Kajar Kudus

Mei 30, 2026
Hilang 4 Ribu Ha, JMPPK Sebut Bekas Kawasan Kars Kendeng Pati Jadi Tambang

Hilang 4 Ribu Ha, JMPPK Sebut Bekas Kawasan Kars Kendeng Pati Jadi Tambang

Mei 30, 2026
Foto Kapolresta Pati Dibakar saat Demo Tambang, JMPPK: Kami Tidak Undang AMPB

Foto Kapolresta Pati Dibakar saat Demo Tambang, JMPPK: Kami Tidak Undang AMPB

Mei 29, 2026

Recent News

Mulai Rp3 Ribu, Warung di Alun-Alun Kembangjoyo Pati Ini Jual Kuliner Langka

Mulai Rp3 Ribu, Warung di Alun-Alun Kembangjoyo Pati Ini Jual Kuliner Langka

Mei 30, 2026
Ayam Panggang Kaya Rempah Berpadu Pecel Pakis yang Bikin Nagih di Kajar Kudus

Ayam Panggang Kaya Rempah Berpadu Pecel Pakis yang Bikin Nagih di Kajar Kudus

Mei 30, 2026
Hilang 4 Ribu Ha, JMPPK Sebut Bekas Kawasan Kars Kendeng Pati Jadi Tambang

Hilang 4 Ribu Ha, JMPPK Sebut Bekas Kawasan Kars Kendeng Pati Jadi Tambang

Mei 30, 2026
Foto Kapolresta Pati Dibakar saat Demo Tambang, JMPPK: Kami Tidak Undang AMPB

Foto Kapolresta Pati Dibakar saat Demo Tambang, JMPPK: Kami Tidak Undang AMPB

Mei 29, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com