LINIKATA.COM, PATI – Kemandirian ekonomi pondok pesantren di Kabupaten Pati terus digenjot. Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PWNU Jawa Tengah bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM Jateng menggelar Bimtek diversifikasi olahan ikan lele di Auditorium Pesantren Maslakul Huda, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Jumat (17/4/2026).
Sebanyak 40 perwakilan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) se-Kabupaten Pati hadir untuk menjadikan koperasi sebagai sarana pendidikan sosial dan ekonomi bagi santri.
Ketua PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), menekankan pentingnya kesadaran santri untuk terjun ke dunia kewirausahaan, khususnya di sektor pertanian dan perikanan.
Baca juga: Guru Sosiologi Pati Bedah AI: Cukup untuk Olah Data, Jangan Jadi Segalanya!
“Harapannya santri-santri tergugah memiliki kesadaran untuk bersedia menjadi entrepreneur pertanian, perikanan, dan kemudian itu menjadi salah satu fondasi kemandirian mereka. Baik kemandirian personal maupun kemandirian pesantren,” ujar pengasuh Pesantren Maslakul Huda tersebut.
Pentingnya Manajemen dan Teknologi
Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), berharap agar ilmu yang didapat tidak hanya berhenti pada peserta pelatihan saja. Ia menekankan agar peserta membagikan informasi tersebut kepada pelaku unit usaha lain di pesantren masing-masing.
Gus Yasin menambahkan bahwa penggunaan teknologi sangat krusial untuk mengubah mindset negatif masyarakat terhadap dunia pertanian dan peternakan. Selain itu, ia ingin santri punya bekal kuat saat nanti sudah tidak lagi di pesantren.
“Bukan hanya khidmah, tapi manajemen serta skill pribadi juga perlu dikembangkan. Harapannya saat di rumah nanti, keterampilan yang didapat di pesantren bisa diteruskan dan dikembangkan agar lebih berkah,” tegas Gus Yasin.
Baca juga: Miris! Kawasan Kars Kendeng Menyusut 4 Ribu Ha, Gunretno: Tak Sebanding PAD Tambang
Transformasi Produk Hulu ke Hilir
Pemprov Jateng berkomitmen terus menambah kegiatan serupa, di mana saat ini telah tercatat ada 12 titik kegiatan yang dikerjasamakan dengan PWNU Jawa Tengah.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produktivitas 113 pondok pesantren yang telah didata sejak akhir tahun lalu.
“Kami melakukan pelatihan bagi para santri untuk mengubah produk hulunya, yaitu lele, menjadi produk hilir. Tujuannya agar usaha yang dikelola pesantren meningkat secara signifikan, baik dari pola pemasaran maupun penggunaan teknologinya,” jelas Eddy. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















