LINIKATA.COM, PATI – Warga Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, digemparkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin perempuan di sebuah bengkel mobil, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi masih berlumuran darah segar serta tali pusar dan ari-ari yang masih menempel.
Bayi malang tersebut diletakkan di atas kursi panjang bengkel, dimasukkan ke dalam kardus bekas air mineral dengan posisi miring, dan terbungkus kain warna hitam dan putih.
Saksi mata sekaligus pemilik bengkel, Slamet Santoso, menceritakan bahwa penemuan bayi tersebut berawal saat dirinya hendak membuka toko dan bengkel pada pagi hari. Saat melangkah menuju area belakang, ia dikejutkan dengan keberadaan benda mencurigakan tersebut.
“Kami, kan memang setiap pagi buka toko di bengkel sekitar antara jam delapan atau jam sembilan. Tapi hari ini saya mau buka jam sembilan. Kebetulan, alhamdulillah tadi saya mau buka toko itu saya ke sini dulu, ke arah sini. Kok tiba-tiba ada ini, ada kardus, saya tengok ternyata berisi bayi,” beber Slamet, Selasa (18/8/2026).
Saat awal menemukan kardus tersebut, Slamet mengaku sempat tidak berani mengecek kondisi bayi secara mendetail. Namun, ia memastikan bayi tersebut masih dalam keadaan hidup.
“Bayi diwadahi kardus dibungkus sama kain. Enggak menangis tapi saya lihat gerak-gerak tadi,” katanya.
Mengetahui hal itu, Slamet lantas memanggil pekerjanya dan segera menghubungi perangkat desa setempat agar ditindaklanjuti.
“Setelah menemukan bayi, saya manggil anak buah saya, ‘ini ada bayi gitu’, terus saya telepon perangkat desa. Sekarang dibawa ke Puskesmas Trangkil,” ujar Slamet.
Baca juga: Geger Penemuan Bayi dalam Tas di Teras Rumah Warga Kaliwungu Kudus
Kondisi Kritis dan Kelaparan
Kepala Desa Ketanen, Heri Pribadi, menambahkan bahwa setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung bertindak cepat membawa bayi tersebut ke Puskesmas Trangkil karena kondisi fisik sang bayi yang memprihatinkan.
“Saya dikabari dari perangkat saya, terus saya dikabari sama Pak Kapolsek, terus bidan desa saya suruh ke sini, terus bayi saya suruh dibawa ke puskesmas, karena bayinya itu sudah sangat kritis sekali,” jelas Kades Heri.
Usai mengecek ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), Heri memastikan fisik bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dan baru saja dilahirkan.
“Jenis kelamin perempuan. (Saat ditemukan) diam, posisi miring. Ari-ari masih menempel. Masih berlumuran darah bayinya itu,” ungkap Kades.
Heri menduga kuat bayi tersebut dilahirkan beberapa jam sebelum dibuang oleh orang tuanya, mengingat kondisinya yang sudah sangat lemas dan kelaparan saat ditemukan.
“Bayi lahir kurang lebih ya empat jam, lima jam lah kemungkinan itu. Bayi kelaparan. Terus tadi dikasih susu sama ibu bidan desa untuk penanganan pertama gitu,” tandasnya.
Baca juga: Pilu! Ibu Pembuang Bayi di Growong Kidul Pati Ternyata Janda Beranak Lima
Polisi Kumpulkan Data dan Keterangan Saksi
Sementara itu, jajaran kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP guna mengusut dalang di balik pembuangan bayi tersebut.
Kapolsek Trangkil, AKP Suntoro, menegaskan bahwa pihaknya masih bergerak di lapangan untuk mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi.
“Kami masih di lapangan, masih mengumpulkan data-data,” kata AKP Suntoro saat dikonfirmasi lewat telepon.
Editor: Ahmad Muhlisin













