LINIKATA.COM, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tengah menyiapkan kucuran dana Belanja Tak Terduga (BTT) senilai Rp1,5 miliar. Langkah strategis ini diambil guna memaksimalkan penanganan krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Bumi Mina Tani.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya secara rutin telah mendistribusikan bantuan air bersih sekitar 6 hingga 8 tangki setiap harinya. Namun, jumlah tersebut dinilai perlu dilipatgandakan untuk mencukupi kebutuhan warga.
”Harapan kami BTT yang bisa kita luncurkan untuk tangki ini agar bisa sampai 48 tangki setiap hari. Baru kami rapatkan supaya BTT ini bisa kita cairkan untuk penanganan bencana kekeringan ini,” ujar Chandra.
Baca juga: Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih
Terkait status kebencanaan, Chandra menegaskan bahwa hingga saat ini Pemkab Pati masih memberlakukan status siaga bencana yang berlaku sejak awal Agustus hingga akhir Oktober, dan belum meningkatkan eskalasinya menjadi tanggap darurat bencana. Kebijakan terkait BTT ini juga telah dikoordinasikan secara intensif bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sedang Direview Inspektorat
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan bahwa pencairan dana BTT tidak menyalahi aturan meskipun daerah belum berstatus tanggap darurat. Secara regulasi, BTT dapat diakses pada status keadaan darurat, yang meliputi fase siaga bencana, tanggap darurat, maupun pascabencana.
”Artinya saat ini meskipun status kita siaga darurat, kalau memang dibutuhkan untuk pemenuhan air bersih bisa digunakan,” jelas Martinus.
Baca juga: Sebulan Kekeringan, Desa Kletek Pati Jarang Tersentuh Bantuan Air
Usulan penggunaan dana tersebut, lanjut Martinus, saat ini tengah memasuki tahap reviu di Inspektorat. Angka Rp1,5 miliar sendiri muncul dari kalkulasi riil BPBD untuk mengkover kebutuhan pasokan air bersih selama 90 hari masa siaga bencana (Agustus–Oktober 2026).
Nantinya, dana tersebut akan difokuskan untuk mengoptimalkan operasional seluruh armada tangki lintas instansi yang ada di Kabupaten Pati, mulai dari PMI, TNI, Polresta, hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
”Prediksi sampai 12 tangki. Kemudian kemampuan satu tangki setiap hari itu empat kali dropping. Kebutuhan 90 hari mulai Agustus sampai Oktober 2026, harganya Rp350 ribu per tangki,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













