LINIKATA.COM, DEMAK – Fenomena El Nino dan kemarau panjang memicu krisis air bersih hebat di Kabupaten Demak. Kekeringan ekstrem ini membuat sungai dan sumur warga mengering total, hingga memaksa ribuan keluarga bergantung penuh pada bantuan air bersih.
Salah satu wilayah terpukul berada di Kecamatan Karanganyar. Di kawasan ini, tanah dasar sungai tampak retak-retak. Demi mendapatkan sedikit resapan air meski keruh dan terbatas, sejumlah warga nekat menggali dasar sungai yang sudah mengering demi mencukupi kebutuhan harian.
Kondisi tersebut terlihat jelas di Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar. Kedatangan truk tangki membawa bantuan air bersih langsung disambut antusias. Warga berbondong-bondong membawa ember, galon, jeriken, hingga drum untuk mengamankan pasokan air keluarga.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak per Selasa (8/9/2026) menunjukkan cakupan wilayah terdampak terus meluas. Saat ini, sebanyak 24 desa di delapan kecamatan mengalami kesulitan air bersih ekstrem, dengan total warga terdampak menembus 39.686 jiwa.
Baca juga: Kekeringan, Warga Demak Gali Kubangan di Sungai Mengering untuk Kebutuhan Harian
Penyaluran Bantuan dan Sumur Mengering
Menanggapi situasi ini, BPBD Demak bersama jajaran terkait telah menyalurkan 291 armada tangki air bersih setara 1.455.000 liter ke berbagai titik krisis.
Kabid Darlogpal BPBD Kabupaten Demak, Suprapto, mengungkapkan bahwa sumur galian warga sudah sepenuhnya tak berair. Keadaan makin memprihatinkan karena fasilitas Pamsimas berbasis sumur dalam maupun air permukaan berhenti berfungsi akibat hilangnya debit air sungai.
”Kondisi kemarau di Demak telah melanda banyak wilayah. Jumlah desa terdampak diperkirakan masih bisa bertambah akibat cuaca ekstrem serta penurunan drastis cadangan air tanah,” ujar Suprapto, Selasa (8/9/2026).
Bagi warga setempat, kesulitan ini memukul perekonomian harian mereka. Dewi Puji, salah seorang warga, mengaku harus membeli air galon isi ulang selama tiga bulan terakhir hanya untuk bertahan hidup.
Baca juga: Sisihkan Gaji, Jurnalis TV Bantu 15 Ribu Liter Air untuk Warga Ngaluran Demak
Status Awas BMKG
”Bantuan ini sangat membantu kami. Sumur di pemukiman sudah kering sama sekali. Kami sangat berharap pasokan bantuan ini bisa datang secara rutin,” ungkap Dewi di tengah antrean air.
Ancaman kemarau panjang ini memerlukan tindakan tanggap dan sinergi berkelanjutan dari seluruh pihak. Tanpa penanganan yang terpadu dan pasokan air yang konsisten, beban hidup puluhan ribu warga Demak akan makin berat.
Status Kabupaten Demak saat ini resmi masuk dalam daftar 25 daerah di Jawa Tengah dengan predikat AWAS Kekeringan Meteorologis berdasarkan peringatan dini BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah per awal September 2026. Status level tertinggi ini menetapkan bahwa wilayah Demak telah mengalami hari tanpa hujan (HTH) ekstrem selama lebih dari 61 hari berturut-turut. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin













