LINIKATA.COM, PATI – Banjir yang merendam Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, hingga kini belum juga surut. Warga yang sudah tiga hari terdampak banjir mulai resah dan mengeluhkan lambannya pemerintah dalam menangani tanggul Sungai Widodaren yang jebol.
Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, ditambah pendangkalan Sungai Widodaren dan Sungai Kaliombo, membuat debit air terus meluap ke permukiman warga. Akibatnya, sebagian aktivitas warga lumpuh karena rumah dan jalan terendam banjir.
Warga pun mulai geram karena sejak tiga hari lalu belum terlihat langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk menangani banjir yang rutin terjadi setiap tahun tersebut.
Baca juga: Dihujani Semalaman, 9 Desa di 4 Kecamatan di Pati Dilanda Banjir
Salah satu warga, Ali Masrukin, mengatakan bahwa tingginya curah hujan menyebabkan banjir belum juga surut. Kondisi diperburuk oleh pendangkalan Sungai Widodaren dan Kaliombo yang membuat air sulit surut.
“Sudah tiga hari ini banjir belum surut. Penyebabnya hujan deras tidak reda-reda,” beber dia, Selasa (26/5/2026).
Pertanyakan Solusi Pompa Penyedot Air
Dia mempertanyakan kehadiran pemerintah untuk bisa mengatasi banjir ini, misalnya dengan cara penyedotan air yang kemudian dibuang ke sungai.
“Apakah tidak ada alat atau pompa untuk menyedot air agar banjir di perkampungan ini cepat surut?” tanyanya.
Baca juga: Banjir di Ketitangwetan Pati Makin Tinggi, 400 Rumah Terendam
Maka dari itu, dia berharap agar pemerintah lebih perhatian dengan warganya yang terkena musibah. Menurutnya, warga hanya ingin banjir cepat surut dan bisa beraktivitas normal kembali.
“Harapannya itu pemerintah pengertian, lah. Bagaimana agar ada perhatian dari pemerintah. Itu saja,” harap dia.
BPBD Catat Ratusan Rumah Tergenang
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, banjir menggenangi 538 rumah dengan lebih dari seribuan jiwa terdampak. Banjir yang melanda sejak Sabtu (23/5/2026) itu sempat surut, tetapi kemudian meninggi kembali ketika ada banjir susulan pada Minggu (24/5/2026) malam. (LK2)
Editor: Ahmad Muhlisin














