LINIKATA.COM, PATI – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pati hingga siang ini belum juga surut. Bahkan, di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, ketinggian air terus bertambah dan melumpuhkan aktivitas warga. Sedikitnya 400 rumah terendam dan lebih dari seribu jiwa terdampak banjir.
Pantauan di lokasi, genangan air di permukiman warga antara 50 sentimeter hingga 1 meter. Tak hanya rumah, sebagian besar ruas jalan di desa tersebut juga ikut terendam.
Kondisi ini membuat aktivitas sebagian warga lumpuh. Warga terpaksa menggunakan sepeda motor untuk menerobos banjir, sementara sebagian lainnya berjalan kaki menembus genangan air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Dihujani Semalaman, 9 Desa di 4 Kecamatan di Pati Dilanda Banjir
Sejak merendam desa, Sabtu (23/5/2026) lalu, banjir telah merendam 400 rumah. Jika jebolnya tanggul Sungai Widodaren tak kunjung diperbaiki, ketinggian banjir dikhawatirkan akan terus bertambah jika ada hujan lagi.
Warga Sebut Banjir Kali Ini Semakin Parah
Salah satu warga, Suroso, mengakui banjir kali ini semakin parah karena debit air terus meningkat dan belum ada tanda-tanda akan surut.
“Banjirnya bertambah tinggi, ketinggian variasi antara 50 sentimeter sampai 1 meter,” katanya, Senin (25/5/2026).
Baca juga: Tanggul Sungai Widodaren Jebol, Dua Desa di Batangan Pati Terendam Banjir
Sempat Surut Sebelum Diguyur Hujan Susulan
Menurutnya, banjir sudah menggenangi desanya selama dua hari ini. Bahkan, banjir sebenarnya sudah sempat surut pada Minggu (24/5/2026) kemarin. Namun, karena semalam diguyur hujan deras lagi, akhirnya banjir bertambah tinggi.
“Banjir sudah dua hari. (Kemarin) sempat surut. Ini hampir seluruh desa,” katanya. (LK3)
Editor: Ahmad Muhlisin














