• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Cegah Kekerasan Santri, Para Kiai di Demak Deklarasikan Pesantren Ramah Anak!

Redaksi by Redaksi
Mei 16, 2026
in Regional
0
Cegah Kekerasan Santri, Para Kiai di Demak Deklarasikan Pesantren Ramah Anak!
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, DEMAK – Forum Komunikasi Kiai Pesantren Demak (FK2PD) Jawa Tengah resmi mendeklarasikan ‘Forum Pesantren Ramah Anak’. Deklarasi ini digelar di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak sebagai bentuk respons atas ramainya kasus oknum kiai yang mencoreng nama baik pendidikan berbasis keagamaan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen bersama para kiai dan pengasuh pondok pesantren dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan bagi para santri.

Acara tersebut dihadiri oleh ratusan pengasuh pondok pesantren, tokoh Nahdlatul Ulama (NU), serta pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Demak. Hadir pula Ketua Forum Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren Nasional, Syaefullah Maksum, yang memberikan arahan mengenai psikologi anak dan konsep pesantren ramah anak.

Baca juga: Kasus Pencabulan di Pati, Gus Miftah: Jangan Karena Oknum, Pesantren Jadi Korban

Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata, menjelaskan bahwa deklarasi ini lahir dari keprihatinan mendalam atas berbagai kasus hukum dan moral yang menyeret nama pesantren di sejumlah daerah akhir-akhir ini.

“Kami bersama para masyayikh dan pengasuh pesantren mendeklarasikan seruan moral ini agar perilaku menyimpang yang melanggar norma agama dan hukum tidak terjadi di lingkungan pesantren,” ujar Zayinul.

Tegaskan Oknum Bukan Cerminan Wajah Pesantren

Zayinul menegaskan bahwa tindakan kekerasan maupun penyimpangan yang dilakukan oleh oknum tertentu sama sekali tidak mencerminkan wajah pesantren maupun ulama yang sesungguhnya. Menurutnya, publik tidak boleh menggeneralisasi institusi pesantren akibat ulah segelintir oknum.

“Itu bukan perilaku ulama, tetapi orang yang berkedok sebagai ulama. Dan itu bukan pesantren, melainkan bangunan yang berkedok pesantren,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah bersikap tegas untuk melakukan evaluasi dan memberikan sanksi berat kepada lembaga pendidikan yang terbukti melakukan pelanggaran serius.

“Kalau memang ada yang terbukti menyimpang, harus segera ditutup dan dicabut izinnya agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Demak, Muhammad Aminudin, mengakui bahwa derasnya pemberitaan negatif di media sosial belakangan ini memberikan dampak nyata yang cukup memukul psikologis dan operasional lembaga pendidikan berbasis santri.

Ia mengungkapkan, salah satu dampak konkretnya adalah penurunan jumlah pendaftar baru di beberapa pondok pesantren secara drastis.

“Ada pesantren yang biasanya bisa menerima hingga 800 santri, sekarang (pendaftarnya) tinggal sekitar 300 santri saja,” ungkap Aminudin.

Dampak Medsos dan Solusi Jangka Panjang Kepercayaan Publik

Padahal, menurut Aminudin, kasus-kasus pelanggaran tersebut sebenarnya hanya terjadi di sebagian kecil dari total jumlah pesantren yang ada. Namun karena arus informasi di media sosial begitu masif, citra seluruh pesantren ikut terseret negatif.

Guna mengatasi hal tersebut, PCNU Demak melalui RMI berkomitmen untuk terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada pengelola pesantren serta para santri mengenai tata kelola pondok pesantren yang ramah anak.

Pada kesempatan yang sama, Ketua RMI Demak, Cholilulloh, menyatakan bahwa deklarasi ini adalah langkah konkret dan solusi jangka panjang untuk mengembalikan serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pesantren.

“Kami merasa terpanggil untuk mencari solusi permanen dan berkelanjutan agar kejadian-kejadian (kekerasan) seperti itu tidak terulang lagi,” kata Cholilulloh.

Baca juga: Kasus Pencabulan Santriwati, Kemenag Pati Didorong Bentuk Satgas PPKS

Ia mengingatkan pentingnya para pengurus dan pengajar untuk memahami psikologi anak serta membangun pola interaksi yang sehat di lingkungan pondok.

“Jangan sampai terjadi kekerasan seksual maupun kekerasan fisik terhadap santri. Anak-anak harus merasa aman dan nyaman selama mereka menuntut ilmu di sini,” pungkasnya.

Berdasarkan data per April 2026, Kabupaten Demak memiliki potensi pendidikan keagamaan yang besar dengan total 205 pondok pesantren dan menampung sebanyak 26.368 santri. Melalui gerakan ini, para tokoh agama dan masyarakat berharap seluruh pihak dapat bersinergi menjaga keselamatan fisik serta mental generasi muda penerus bangsa. (LK6)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: Pesantren
Previous Post

Ulasan Negatif Viral, Kepala Puskesmas Sarang 2 Rembang Buka Suara

Next Post

Tanggapi DLH Rembang, SPPG Padaran Kebut Perbaikan IPAL

Redaksi

Redaksi

Next Post
Tanggapi DLH Rembang, SPPG Padaran Kebut Perbaikan IPAL

Tanggapi DLH Rembang, SPPG Padaran Kebut Perbaikan IPAL

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Dinpermades Rembang

Stay Connected

  • 100 Fans
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
Tak Sekadar Upacara, Hardiknas 2026 di Rembang Tampilkan Kreativitas Pelajar

Tak Sekadar Upacara, Hardiknas 2026 di Rembang Tampilkan Kreativitas Pelajar

Mei 2, 2026
Matangkan Persiapan SPMB Online, Dindikpora Gelar Sosialisasi dan Try Out

Matangkan Persiapan SPMB Online, Dindikpora Gelar Sosialisasi dan Try Out

Mei 7, 2026
Peringati Hardiknas 2026, Bupati Rembang Tekankan Kolaborasi dan Pendidikan Inklusif

Peringati Hardiknas 2026, Bupati Rembang Tekankan Kolaborasi dan Pendidikan Inklusif

Mei 2, 2026
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
Hasil Panen di Pati Turun Akibat Cuaca, Terobati Harga Gabah Naik

Hasil Panen di Pati Turun Akibat Cuaca, Terobati Harga Gabah Naik

Juni 8, 2026
Hari Pertama SPMB SMP di Rembang: Jalur Zonasi dan Prestasi Paling Banyak Diserbu

Hari Pertama SPMB SMP di Rembang: Jalur Zonasi dan Prestasi Paling Banyak Diserbu

Juni 8, 2026
Setelah 5 Tahun Diusulkan, Jalan Pati-Kudus di Prawoto Akhirnya Akan Diperbaiki

Setelah 5 Tahun Diusulkan, Jalan Pati-Kudus di Prawoto Akhirnya Akan Diperbaiki

Juni 8, 2026
Derita Aminah 2 Tahun Dikepung Rob Tunggulsari Pati, Mau Pindah Tiada Biaya

Derita Aminah 2 Tahun Dikepung Rob Tunggulsari Pati, Mau Pindah Tiada Biaya

Juni 8, 2026

Recent News

Hasil Panen di Pati Turun Akibat Cuaca, Terobati Harga Gabah Naik

Hasil Panen di Pati Turun Akibat Cuaca, Terobati Harga Gabah Naik

Juni 8, 2026
Hari Pertama SPMB SMP di Rembang: Jalur Zonasi dan Prestasi Paling Banyak Diserbu

Hari Pertama SPMB SMP di Rembang: Jalur Zonasi dan Prestasi Paling Banyak Diserbu

Juni 8, 2026
Setelah 5 Tahun Diusulkan, Jalan Pati-Kudus di Prawoto Akhirnya Akan Diperbaiki

Setelah 5 Tahun Diusulkan, Jalan Pati-Kudus di Prawoto Akhirnya Akan Diperbaiki

Juni 8, 2026
Derita Aminah 2 Tahun Dikepung Rob Tunggulsari Pati, Mau Pindah Tiada Biaya

Derita Aminah 2 Tahun Dikepung Rob Tunggulsari Pati, Mau Pindah Tiada Biaya

Juni 8, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com