LINIKATA.COM, PATI – Hanya berselang sehari pasca-aksi demonstrasi ekstrem mandi telur di pelataran Alun-Alun Simpang Lima, tuntutan para peternak unggas di Kabupaten Pati akhirnya berbuah manis. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati resmi menetapkan kebijakan wajib serap telur peternak lokal untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Pati.
Kepastian tersebut disepakati dalam Pertemuan Tindak Lanjut Aksi Damai Asosiasi Peternak Unggas di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (11/8/2026). Dalam forum tersebut, Pemkab Pati mematok harga beli telur dari peternak lokal sebesar Rp26.000 per kilogram yang mulai berlaku efektif pekan depan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan amanat langsung dari hasil koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar setiap daerah memprioritaskan komoditas pangan lokal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Mulai minggu depan, apabila masih terdapat SPPG yang tidak mengambil telur dari peternak lokal, dapat langsung dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Pati untuk ditindaklanjuti,” tegas Chandra di hadapan jajaran Forkopimda dan para pengelola dapur SPPG, Selasa (11/8/2026).
Langkah tegas ini menjadi jawaban langsung atas aksi unjuk rasa ratusan peternak pada Senin (10/8/2026) lalu, yang menyoroti kebiasaan pengelola SPPG membeli telur murah dari luar daerah hingga memicu anjloknya harga dan membangkrutkan ratusan peternak lokal.
Baca juga: Harga Anjlok, Peternak Pati Nekad Mandi Telur hingga Makan Ayam Hidup-Hidup
Kawal Distribusi dan Panggil Seluruh Kepala Dapur Kecamatan
Untuk memastikan regulasi ini tidak sebatas imbauan di atas kertas, Pemkab Pati melalui Dinas Terkait bersama Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bakal mengawal proses kesepakatan kerja sama (MoU) antara kepala SPPG di 21 kecamatan dengan Asosiasi Peternak Unggas.
“Hasil pertemuan ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi seluruh pihak. Seluruh kepala SPPG di setiap kecamatan selanjutnya akan diarahkan memiliki satu kesepahaman dalam pengadaan telur dan daging ayam dari Asosiasi Peternak Unggas Kabupaten Pati,” jelas Chandra.
Baca juga: Didemo Peternak, Plt Bupati Pati Wajibkan Program MBG Serap Telur Lokal
Peternak Apresiasi Gerak Cepat Pemkab Pati
Kebijakan terukur ini disambut lega oleh kalangan peternak rakyat yang sebelumnya sempat terpukul akibat lonjakan pakan dan anjloknya harga jual di pasaran.
Wakil Ketua Asosiasi Peternak Unggas Kabupaten Pati, Ali Gufron, menyampaikan apresiasinya atas iktikad baik Pemkab Pati yang cepat tanggap menjembatani benturan antara peternak dan pengelola SPPG.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Pati dalam menjembatani komunikasi antara peternak dan SPPG. Fasilitasi ini membuka ruang kepastian agar hasil produksi peternak lokal benar-benar terserap dengan harga yang adil,” ungkap Ali.
Pertemuan strategis di Pendopo Pati ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekda Pati, kepala OPD teknis, pengurus Asosiasi Peternak Unggas, Koordinator SPPI Kabupaten Pati beserta jajaran SPPI tingkat kecamatan, serta puluhan perwakilan peternak dari berbagai wilayah di Bumi Mina Tani. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













