LINIKATA.COM, DEMAK – Dampak musim kemarau ekstrem di Kabupaten Demak kian mengkhawatirkan. Sebanyak 13 desa yang tersebar di enam kecamatan kini mengalami krisis air bersih akibat sumur dan sumber air warga yang mengering total.
Salah satu titik paling parah berada di Kampung Kalitekuk, Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar. Lebih dari 3.000 jiwa di wilayah ini telah kesulitan mendapatkan air bersih selama dua bulan terakhir, dengan kondisi terparah dirasakan dalam dua pekan belakangan.
Kedatangan truk tangki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak selalu disambut antusias sekaligus perebutan oleh warga. Membawa ember, jeriken, hingga galon, masyarakat berbondong-bondong mengantre demi mendapatkan jatah air bersih untuk kebutuhan harian.
Yulianti, salah satu warga setempat, mengaku kondisi ini memaksa keluarganya mengubah pola hidup, termasuk mengurangi frekuensi mandi dan mencuci pakaian demi menghemat air.
“Sumur warga sudah kering total. Mengandalkan saluran PAMSIMAS juga tidak sampai ke wilayah sini. Mau tidak mau untuk kebutuhan masak dan minum kami harus membeli, sementara untuk keperluan lain kadang harus berjalan atau berkendara sejauh 3 kilometer mencari sumber air yang tersisa,” ujar Yulianti, Senin (10/8/2026).
Baca juga: Mulai Kekeringan, Tiga Desa di Pati Ajukan Droping Air Bersih ke BPBD
Kebutuhan Warga Membengkak
Tingginya jumlah warga yang membutuhkan membuat stok bantuan kerap ludes seketika, sehingga tidak sedikit warga yang pulang dengan tangan kosong. Dewi Puji Rahayu, warga lainnya, berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan volume distribusi air bersih di wilayahnya.
“Kalau tidak ada bantuan, kami sangat kesulitan. Dalam sehari, kebutuhan seperti masak dan cuci piring bisa menghabiskan lebih dari 10 galon. Kami harus antre menggunakan sepeda motor, dan jika kehabisan, terpaksa harus menunggu kiriman berikutnya atau membeli,” keluhnya.
Menghadapi eskalasi kekeringan ini, BPBD Kabupaten Demak mencatat cakupan wilayah terdampak terus bertambah. Sebagai langkah tanggap darurat, instansi terkait rutin menyalurkan lebih dari 15.000 liter air bersih setiap harinya secara bergiliran ke berbagai desa sasaran.
Baca juga: Kekeringan, PMI dan IJTI Muria Raya Pasok Air Bersih ke Depok Grobogan
BPBD Demak Rutin Droping Air
Staf Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Kabupaten Demak, Wahyu Murdoko, mengimbau masyarakat agar meningkatkan efisiensi penggunaan air mengingat cuaca panas yang semakin ekstrem.
“Wilayah yang mengalami krisis air bersih terus bertambah, sehingga kami mengoptimalkan distribusi setiap hari. Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan berhemat dalam menggunakan air bersih,” jelas Wahyu saat meninjau lokasi di Desa Ngaluran.
Pihak BPBD juga membuka posko pelaporan bagi warga yang wilayahnya mulai mengalami kekurangan air bersih agar segera mendapatkan suplai bantuan melalui koordinasi dengan pemerintah desa setempat.
Berdasarkan prakiraan cuaca, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September. Pemerintah daerah mengingatkan potensi perluasan wilayah terdampak seiring dengan semakin panjangnya durasi musim kering tahun ini. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














