LINIKATA.COM, KUDUS – Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kudus mencatat capaian kinerja lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Kudus sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika performa finansial yang beragam.
Dari lima perusahaan pelat merah itu, dua BUMD sektor perbankan sukses melampaui target laba. Sementara tiga BUMD lainnya belum berhasil memenuhi target yang ditetapkan, meski tetap mencatatkan pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Perekonomian Setda Kudus, Nurul Haji Hidayati, menjelaskan bahwa dua perusda yang berhasil melampaui target adalah PT BPR Bank Daerah Kudus (Perseroda) dan PT BPR BKK Kudus (Perseroda).
Baca juga: Gebrakan SMK RUS Kudus! Bupati Dukung Pembangunan SMP Animasi Internasional
Performa PT BPR Bank Daerah Kudus menjadi yang paling menonjol dengan realisasi laba melesat hingga lebih dari 234% dari target, atau senilai Rp1,043 miliar dari rencana laba tahunan sebesar Rp445,3 juta.
Langkah impresif ini diikuti oleh PT BPR BKK Kudus yang sukses mengamankan realisasi laba sebesar 123,27 persen atau senilai Rp6,475 miliar dari rencana laba sebesar Rp5,47 miliar.
Rapor Merah Pemenuhan Target Tiga BUMD Lainnya
‘’Sebaliknya, tiga BUMD terpaksa mendapat rapor merah dalam pemenuhan target laba 2025. Ketiganya adalah PD Percetakan Kabupaten Kudus, PD Apotek Kabupaten Kudus, dan Perumda Tirta Muria Kabupaten Kudus,’’ tuturnya.
Rinciannya, PD Percetakan mencatatkan laba Rp81,2 juta atau sebesar 50,75 persen dari rencana laba Rp160,1 juta. Lalu PD Apotek mencatatkan laba Rp89,26 juta atau sebesar 84,62 persen dari rencana laba Rp105,4 juta. Sedang Perumda Tirta Muria hanya mampu mengumpulkan laba Rp4,8 miliar dari rencana laba tahun ini sebesar Rp6,7 miliar.
‘’Kendala operasional dan pemenuhan target tahunan menjadi catatan evaluasi bagi ketiga perusahaan pelat merah tersebut,’’ imbuhnya.
Lanjut Nurul, meski gagal mencapai target yang dipatok untuk tahun 2025, pihaknya memberikan catatan positif terkait performa internal ketiga BUMD tersebut. Realisasi aktual laba bersih PD Percetakan, PD Apotek, dan Perumda Tirta Muria pada tahun 2025 terbukti lebih tinggi secara signifikan jika dibandingkan dengan perolehan laba pada tahun 2024.
Tren Pertumbuhan Positif Meski Belum Memenuhi Ekspektasi
‘’Hal ini menunjukkan adanya tren pertumbuhan positif dan peningkatan efisiensi, meskipun belum mampu memenuhi ekspektasi target tinggi yang direncanakan,’’ imbuhnya.
Sebagai perbandingan, berdasarkan laporan laba/rugi yang diterima awal tahun 2025, laba PD Percetakan ditarget sebesar Rp246,254 juta. Jumlah tersebut lebih besar dari realisasi laba tahun 2023, yakni sebesar Rp165,086 juta.
Kemudian realisasi laba PD Apotek tahun 2024 sebesar Rp96,130 juta atau 101,54 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp94,66 juta. Jumlah ini lebih besar dari realisasi laba tahun 2023, yakni sebesar Rp85,500 juta. Sedang realisasi laba Perumda Tirta Muria tercapai Rp4,72 miliar atau 100,02 persen dari target Rp4,726 miliar.
Baca juga: Jelang Iduladha, Peternak Kambing di Pedawang Kudus Mulai Diserbu Pembeli
Realisasi laba tahun 2024 ada peningkatan dibanding tahun 2023 lalu, yaitu sebesar Rp4,502 miliar. Sementara laba PT BPR Bank Daerah Kudus (Perseroda) hingga akhir tahun 2024 kemarin terealisasi sebesar Rp525,176 juta atau 131,22 persen dari target sebesar Rp400,233 juta.
Realisasi dan target laba PT BPR Bank Daerah tahun 2024 ada penurunan dari tahun 2023 yang sebesar Rp1,253 miliar. Lalu laba untuk PT BPR BKK Kudus hanya tercapai 69,57 persen atau sebesar Rp4,194 miliar dari target Rp6,029 miliar. Dibanding realisasi laba tahun 2023, ada peningkatan yang tercapai sebesar Rp5,476 miliar. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














