LINIKATA.COM, KUDUS – Industri kreatif digital di Indonesia kembali menunjukkan taringnya melalui ajang Gala Premiere and Animation Exhibition (GREXTION 2026). Bertempat di studio SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus pada Sabtu (9/5/2026), acara ini menjadi saksi bisu keberhasilan siswa kelas XII jurusan animasi dalam mengonversi pembelajaran tiga tahun menjadi mahakarya visual yang memukau.
Hadir langsung di lokasi, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para talenta muda tersebut. Menurutnya, karya yang diputar bukan sekadar tugas akhir sekolah, melainkan representasi dari masa depan industri kreatif tanah air. Sam’ani menyoroti bagaimana teknologi Artificial Intelligence (AI) dan kemajuan Information Technology (IT) telah mengubah peta persaingan global.
Ia menilai SMK RUS telah berhasil mengadopsi perkembangan tersebut ke dalam kurikulumnya secara efektif. Hal ini dibuktikan dengan kualitas karya siswa yang sudah mulai menyentuh standar industri global. Keberhasilan ini diharapkan dapat memacu semangat sekolah kejuruan lainnya di wilayah Kabupaten Kudus.
Baca juga: SMK NU Lasem Juara 1 LKS Automobile Technology Tingkat Rembang
Apresiasi Mahakarya Siswa dan Integrasi Teknologi AI
“Kita menyaksikan hari ini di studio RUS betapa luar biasanya karya anak bangsa. Film-film animasi ini adalah bukti nyata bahwa proses belajar di SMK RUS tidak hanya berstandar nasional, tapi sudah siap menjamah pasar internasional yang kini sangat bergantung pada integrasi AI dan IT,” ujar Sam’ani dengan bangga.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun para siswa berasal dari berbagai daerah di penjuru Nusantara, keberadaan sekolah ini tetap menjadi kebanggaan sekaligus bagian tak terpisahkan dari identitas Kabupaten Kudus di mata dunia. Keberhasilan SMK RUS tidak lepas dari peran Djarum Foundation yang konsisten mengawal ekosistem pendidikan kreatif tersebut.
Bupati secara khusus menyampaikan terima kasih atas sinergi yang terjalin selama ini. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut guna mempromosikan sekolah-sekolah kejuruan Indonesia di kancah global. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci utama dalam mempertahankan kualitas lulusan yang kompetitif.
Dukungan Pemerintah untuk SMP Raden Umar Said Internasional
Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Kudus memberikan lampu hijau bagi rencana pengembangan infrastruktur pendidikan baru, yakni SMP Raden Umar Said Internasional. Langkah ini dianggap strategis untuk memperkuat fondasi keahlian siswa sejak usia dini sebelum memasuki jenjang pendidikan menengah kejuruan.
“Langkah ini sangat strategis. Dengan adanya jenjang SMP, bibit unggul di bidang animasi bisa dipupuk sejak dini sehingga saat mereka masuk ke SMK RUS, kesiapan teknis dan mental mereka jauh lebih matang,” jelas Sam’ani.
Ketua Jurusan Animasi 2D SMK RUS, Awaludhi Budiargo, mengungkapkan bahwa GREXTION 2026 merupakan momen emosional bagi para siswa. Selama tiga tahun, para siswa bergelut dengan berbagai genre cerita dan teknik teknis yang kompleks untuk menghasilkan karya terbaik mereka.
Target Festival Internasional dan Jiwa Wirausaha
“Harapan kami, karya-karya yang tayang hari ini tidak berhenti di sini. Kami menargetkan film hasil karya siswa ini bisa masuk ke festival film internasional dan menarik minat jutaan penonton di platform digital,” ungkap Awaludhi.
Baca juga: Alat Pendeteksi Sumber Air Ciptaan Siswa SMPN 1 Kayen Menangi Ajang Internasional
Senada dengan hal tersebut, Pembina Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Raden Umar Said, Soetjipto BA, menegaskan komitmen institusi untuk mencetak alumni yang memiliki jiwa wirausaha. Program SMP Internasional yang dicanangkan adalah upaya untuk memperkenalkan dunia animasi lebih awal kepada generasi muda.
“Program SMP Internasional yang kami canangkan adalah upaya kami memperkenalkan dunia animasi lebih awal. Kami ingin lulusan kami menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di daerah mereka masing-masing,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya GREXTION 2026, SMK RUS kembali mengukuhkan posisinya sebagai kiblat pengembangan talenta animasi di Indonesia. (LK8)
Editor: Ahmad Muhlisin















