LINIKATA.COM, KUDUS – Momentum Iduladha 2026 membawa angin segar bagi sektor peternakan rakyat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Meski hari raya masih menyisakan waktu sekitar dua pekan, geliat transaksi di tingkat peternak lokal mulai menunjukkan tren positif. Masyarakat kini cenderung berburu hewan kurban lebih awal demi mengamankan stok berkualitas dengan harga yang relatif masih kompetitif.
Salah satu titik yang menjadi pusat perhatian adalah Kelompok Ternak Widoro Kandang yang berlokasi di Desa Pedawang, Kecamatan Bae. Sentra ternak ini ramai dikunjungi warga yang ingin memilih langsung calon hewan kurban mereka. Keunggulan membeli langsung di kandang kelompok ternak ini terletak pada jaminan kesehatan hewan dan transparansi harga.
Baca juga: Wajib Tahu! Ini Tips dari Dispertan Pati Cara Pilih Hewan Kurban Sehat
Pilihan Harga Beragam dan Stok yang Menipis
Di lokasi ini, pembeli disuguhkan beragam pilihan kambing dengan rentang harga yang bervariasi, mulai dari Rp3 juta hingga Rp6 juta per ekor, tergantung pada bobot dan jenisnya.
Slamet Budiono, salah satu anggota kelompok ternak, mengungkapkan bahwa tahun ini pesanan datang lebih cepat dan lebih banyak. Dari populasi sekitar 60 ekor kambing yang ia kelola bersama rekan-rekannya, sebagian besar sudah tersemat label “terjual”.
“Alhamdulillah, permintaan tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Karena kami sistemnya berkelompok, dampaknya terasa merata ke teman-teman peternak lain. Stok kami di sini bahkan sudah hampir habis,” ungkap Slamet dengan nada optimis, Senin (11/5/2026).
Layanan Perawatan Gratis Hingga Hari-H
Selain menawarkan harga peternak, keunggulan lain yang ditawarkan adalah layanan purnajual. Para peternak memberikan garansi perawatan gratis hingga hari penyembelihan, termasuk pengantaran sampai ke lokasi tujuan. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan untuk merawat hewan kurban di rumah.
Senada dengan Slamet, peternak lainnya bernama Karlin mencatat adanya perubahan perilaku konsumen. Jika pada tahun-tahun sebelumnya lonjakan pembeli baru terjadi sepekan sebelum hari H, tahun ini masyarakat sudah mulai bertransaksi sejak dua minggu sebelumnya.
Baca juga: Simbol Toleransi Ajaran Sunan Kudus, Alasan Kerbau Gantikan Sapi Sebagai Hewan Kurban di Kudus
Pergeseran tren ini dipicu oleh kesadaran masyarakat akan fluktuasi harga yang mulai merangkak naik. Karlin memaparkan bahwa kenaikan harga sudah mulai terasa sejak pekan lalu akibat tingginya permintaan pasar. Fenomena ini membuktikan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga motor penggerak ekonomi yang nyata bagi para peternak kecil di pedesaan.
Bagi masyarakat yang berencana melaksanakan kurban, memesan lebih awal menjadi langkah bijak. Selain bisa memilih hewan dengan kondisi fisik terbaik, pembeli juga dapat menghindari lonjakan harga yang lebih tinggi di puncak musim kurban nanti.
Editor: Ahmad Muhlisin













