LINIKATA.COM, PATI – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, terjun langsung ke Kabupaten Pati guna menangani kasus dugaan pencabulan puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Minggu (3/5/2026).
Menteri PPPA menggelar rapat tertutup bersama Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, jajaran Kemenag, Polresta Pati, dan Forkopimda di Pendapa Pati. Namun, usai rapat tersebut, Menteri PPPA enggan memberikan keterangan kepada awak media dan langsung meninggalkan lokasi karena agenda kegiatan di tempat lain.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjelaskan bahwa hasil pertemuan tersebut merekomendasikan penutupan permanen pondok pesantren yang akan ditindaklanjuti ke tingkat pusat.
Baca juga: Kiai di Pati Diduga Cabuli Puluhan Santriwati di Bawah Umur
“Bu Menteri (akan) menindaklanjuti ke pusat untuk pencabutan izin dari pondok pesantren supaya tidak terjadi di pondok-pondok pesantren yang lain,” tegas Chandra.
Seluruh Jenjang Pendidikan Ditutup Permanen
Penutupan ini direncanakan berlaku menyeluruh untuk semua jenjang pendidikan di bawah yayasan, mulai dari RA, MI, SMP, hingga MA. Pemerintah daerah juga memastikan tidak ada lagi aktivitas penerimaan peserta didik baru.
“Ditutup semua. Untuk pendaftaran tahun ini juga ditutup, tidak ada pendaftaran lagi,” kata Chandra.
Mengingat adanya siswa kelas VI MI yang dijadwalkan menempuh ujian akhir semester pada Senin (4/5) besok, pihak Kemenag memberikan kebijakan agar ujian tetap berjalan dengan pendampingan khusus.
“Jangan sampai anak didik kita ini juga ada masalah pada saat ujian akhir semester ini,” tuntasnya.
Data Santri dan Rekomendasi Kemenag
Kepala Kantor Kemenag Pati, Ahmad Syaiku, memaparkan bahwa Ponpes Ndolo Kusumo memiliki 252 santri (140 putra dan 112 putri) yang berasal dari jenjang RA hingga MA. Berdasarkan arahan Ditjen Pendis Kemenag, terdapat tiga poin rekomendasi tegas, termasuk kewajiban terduga pelaku untuk keluar dari yayasan.
Baca juga: Ratusan Warga Demo Kiai yang Diduga Cabuli Puluhan Santriwati di Tlogosari Pati
“Kemudian rekomendasi yang ketiga, kalau memang poin satu dan poin dua tidak diindahkan, maka Kementerian Agama mau menutup permanen,” tegas Syaiku.
Mengenai nasib santri, sebagian besar sudah dipulangkan sejak Sabtu kemarin, kecuali siswa yang akan menghadapi ujian hingga 12 Mei mendatang.
“Kemudian untuk yang masih kelas VI MI, karena besok Senin itu mulai ujian sampai tanggal 12 Mei, mereka tetap di pondok dengan didampingi atau dipantau oleh guru,” pungkas Syaiku. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















