LINIKATA.COM, PATI – Kabar miring menerpa klub kebanggaan warga Bumi Mina Tani, Persipa Pati. Tim berjuluk Laskar Saridin tersebut diduga terlibat dalam praktik haram match fixing alias pengaturan skor pada pertandingan penentuan kompetisi Liga 3 yang berlangsung akhir Januari 2026 lalu.
Tudingan serius ini mencuat ke publik setelah diunggah oleh akun Instagram @forum_wasitwasit_idn pada Minggu (14/6/2026). Akun tersebut menduga laga krusial antara PSDS Deli Serdang melawan Persipa Pati telah dikondisikan agar dimenangkan oleh skuad Laskar Saridin.
Sebagai informasi, laga yang digelar di Stadion Moch Soebroto, Magelang, pada Sabtu (24/1/2026) lalu merupakan partai hidup mati. Persipa Pati wajib memetik tiga poin demi mengamankan posisi dan terhindar dari jurang degradasi. Hasil akhir pertandingan dimenangkan oleh Persipa Pati dengan skor telak 3-0.
Baca juga: Respons Keluhan Warga, DLH Pati Kucurkan Rp190 Juta untuk Benahi 4 Taman Kota
Bocoran Pengakuan Pemain Soal Mahar Rp100 Juta
Dalam unggahannya, akun @forum_wasitwasit_idn mengklaim telah mengantongi testimoni dari salah satu pemain PSDS Deli Serdang yang identitasnya dirahasiakan. Sumber tersebut mengaku dihubungi oleh seorang makelar yang diduga terafiliasi dengan Persipa Pati berinisial Mr H.
Guna memuluskan skenario kemenangan, uang pelicin senilai Rp100 juta dituduhkan telah digelontorkan untuk mengondisikan internal tim, termasuk jatah operasional bagi korps baju hitam yang memimpin laga.
“Tim saya dikondisikan Rp100 juta termasuk Rp35 juta untuk perangkat pertandingan dan sudah kami berikan. Mr H sudah saya kasih Rp7 juta sebagai uang fee. Bukti chat dan transfer ada di saya. Sampai sekarang Mr H masih menagih saya karena dia minta fee Rp15 juta dari transaksi ini,” tulis akun @forum_wasitwasit_idn mengutip pengakuan sumber.
Lebih lanjut, sang narasumber menyebut ada iming-iming lain berupa kontrak kerja bagi lima pemain PSDS untuk direkrut masuk ke dalam skuad Persipa Pati pada musim berikutnya jika misi pengaturan skor tersebut berhasil.
“Janji itu tinggal janji, dan saya memilih membuka persoalan ini ke publik karena menilai praktik makelar sepak bola telah merusak integritas kompetisi,” imbuhnya dalam unggahan tersebut.
Baca juga: Orang Desa Tak Pakai Dolar, tapi Petani Pati Terdampak Rupiah Melemah
Manajemen Persipa Pati Tegaskan Patuhi Regulasi
Merespons dituduhnya klub atas isu suap tersebut, Anggota Dewan Komisaris Persatuan Sepakbola Indonesia Pati (Persipa Pati), Saiful Arifin, langsung angkat bicara. Pria yang akrab disapa Safin ini membantah keras semua narasi dituduhkan dan menegaskan Laskar Saridin menang secara bersih.
Safin mengklarifikasi bahwa manajemen tidak tahu-menahu soal praktik makelar tersebut. Kemenangan mutlak di Magelang murni hasil kerja keras tim di lapangan, terlebih pihak manajemen saat itu sampai mendatangkan pelatih baru demi mendongkrak performa anak-anak Pati.
“Kami tidak mengerti apa-apa soal itu. Kami menjalani seluruh rangkaian pertandingan murni sesuai regulasi yang berlaku. Bahkan sampai pertandingan terakhir, kami mendatangkan Coach Nazal Mustofa untuk memperkuat strategi tim,” tegas Saiful Arifin saat dikonfirmasi.
Hingga saat ini, polemik dugaan pengaturan skor di kasta ketiga sepak bola Indonesia tersebut terus bergulir dan memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta bola nasional. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














