• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Orang Desa Tak Pakai Dolar, tapi Petani Pati Terdampak Rupiah Melemah

Redaksi by Redaksi
Juni 13, 2026
in Regional
0
Petani Pati Gembira Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen

Petani Desa Jambean Kidul, Margorejo, Pati sedang memeriksa padi di sawahnya. Foto: Linikata/LK1

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Lonjakan nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mulai berdampak nyata hingga ke level pedesaan di Kabupaten Pati. Para petani lokal kini menjerit akibat harga komoditas pupuk nonsubsidi yang meroket tajam sejak beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga ini dipicu oleh ketergantungan industri pupuk dalam negeri terhadap bahan baku impor yang transaksinya menggunakan mata uang dolar AS. Apalagi nilai tukar dolar terhadap rupiah sempat menyentuh Rp18.000

Ketua Serikat Petani Pati, Kamelan, mengungkapkan bahwa harga sejumlah jenis pupuk non subsidi di pasaran mengalami kenaikan rata-rata sekitar 20 persen semenjak nilai tukar rupiah melemah secara drastis.

“Jadi memang dampak rupiah turun dan dolar naik ini membuat harga pupuk naik. Dolar naik juga dirasakan orang desa, karena bahan baku pupuk sebagian besar impor,” keluh Kamelan saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Harga Pupuk dan Pestisida di Pati Melejit, Petani Kelimpungan!

Rincian Lonjakan Harga Pupuk di Pasaran

Kamelan merinci, beberapa bulan lalu sebelum dolar AS melonjak, harga jual pupuk masih berada di angka normal. Namun saat ini, harga pupuk jenis ZA Plus per kantong ukuran 25 kg sudah menyentuh Rp240 ribu atau setara Rp9.600 per kg, naik dari harga semula yang hanya Rp8.000 per kg.

Selanjutnya, pupuk jenis KCL merangkak naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kg. Sementara untuk pupuk premium jenis NPK Mutiara yang awalnya berada di kisaran Rp15.000, kini melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp18.000 per kg. Adapun untuk jenis SP26 saat ini berkisar Rp9.000 per kg dan SP Bonsai menembus Rp15.000 per kg.

Menurut Kamelan, penggunaan pupuk non subsidi sebenarnya menjadi pilihan terpaksa bagi para petani di Bumi Mina Tani. Hal ini lantaran pasokan pupuk bersubsidi dari pemerintah dinilai mengalami penurunan kualitas akibat pengurangan kadar kandungan hara di dalamnya.

“Jelas pupuk yang subsidi itu kan kualitasnya kurang karena kandungannya dikurangi. Karena kualitas turun, petani yang ingin mempertahankan produktivitas hasil panen terpaksa menambah penggunaan pupuk non subsidi,” jelasnya.

Baca juga: Waspada Kemarau Panjang, Petani Pati Pilih Tanam Benih yang Panen Lebih Cepat

Ancam Produktivitas Panen Gabah

Akibat mahalnya harga di pasaran, sebagian besar petani di Kabupaten Pati kini terpaksa menyiasatinya dengan cara memangkas volume pemakaian pupuk harian mereka. Kebijakan darurat ini diakui sangat berisiko menurunkan kuantitas maupun kualitas hasil panen gabah secara massal pada musim ini.

“Otomatis berpengaruh pada hasil produksi nanti, karena asupan unsur hara untuk tanaman padi menjadi berkurang,” tambah Kamelan.

Sektor pertanian lokal pun menaruh harapan besar agar pemerintah pusat segera mengambil langkah taktis untuk mengintervensi pasar finansial demi menguatkan kembali nilai tukar rupiah ke posisi aman.

Sebagai catatan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat melemah parah hingga menembus angka Rp18.190 per satu dolar AS pada Senin (8/6/2026) lalu, sebelum akhirnya bergerak ke posisi Rp17.997 per satu dolar AS pada Kamis (11/6/2026).

“Harapannya ya memang biaya produksi bisa rendah dan harga jual gabah di tingkat petani tetap stabil. Pemerintah harus bisa mengendalikan mata uang,” pungkasnya. (LK1)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: Petani
Previous Post

Terpilih Aklamasi, Nur Hasan Kembali Nakhodai DPC Hanura Rembang

Next Post

Pelaku Teror Pembakaran 2 Rumah di Demak Tertangkap, Motifnya Balas Dendam

Redaksi

Redaksi

Next Post
Pelaku Teror Pembakaran 2 Rumah di Demak Tertangkap, Motifnya Balas Dendam

Pelaku Teror Pembakaran 2 Rumah di Demak Tertangkap, Motifnya Balas Dendam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Dinpermades Rembang

Stay Connected

  • 100 Fans
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
Tak Sekadar Upacara, Hardiknas 2026 di Rembang Tampilkan Kreativitas Pelajar

Tak Sekadar Upacara, Hardiknas 2026 di Rembang Tampilkan Kreativitas Pelajar

Mei 2, 2026
Matangkan Persiapan SPMB Online, Dindikpora Gelar Sosialisasi dan Try Out

Matangkan Persiapan SPMB Online, Dindikpora Gelar Sosialisasi dan Try Out

Mei 7, 2026
Peringati Hardiknas 2026, Bupati Rembang Tekankan Kolaborasi dan Pendidikan Inklusif

Peringati Hardiknas 2026, Bupati Rembang Tekankan Kolaborasi dan Pendidikan Inklusif

Mei 2, 2026
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
Pelaku Teror Pembakaran 2 Rumah di Demak Tertangkap, Motifnya Balas Dendam

Pelaku Teror Pembakaran 2 Rumah di Demak Tertangkap, Motifnya Balas Dendam

Juni 13, 2026
Petani Pati Gembira Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen

Orang Desa Tak Pakai Dolar, tapi Petani Pati Terdampak Rupiah Melemah

Juni 13, 2026
Terpilih Aklamasi, Nur Hasan Kembali Nakhodai DPC Hanura Rembang

Terpilih Aklamasi, Nur Hasan Kembali Nakhodai DPC Hanura Rembang

Juni 13, 2026
Fasilitasi Pencinta Bola, Polres Kudus Gelar Nobar Piala Dunia Gratis di 10 Titik

Fasilitasi Pencinta Bola, Polres Kudus Gelar Nobar Piala Dunia Gratis di 10 Titik

Juni 13, 2026

Recent News

Pelaku Teror Pembakaran 2 Rumah di Demak Tertangkap, Motifnya Balas Dendam

Pelaku Teror Pembakaran 2 Rumah di Demak Tertangkap, Motifnya Balas Dendam

Juni 13, 2026
Petani Pati Gembira Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen

Orang Desa Tak Pakai Dolar, tapi Petani Pati Terdampak Rupiah Melemah

Juni 13, 2026
Terpilih Aklamasi, Nur Hasan Kembali Nakhodai DPC Hanura Rembang

Terpilih Aklamasi, Nur Hasan Kembali Nakhodai DPC Hanura Rembang

Juni 13, 2026
Fasilitasi Pencinta Bola, Polres Kudus Gelar Nobar Piala Dunia Gratis di 10 Titik

Fasilitasi Pencinta Bola, Polres Kudus Gelar Nobar Piala Dunia Gratis di 10 Titik

Juni 13, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com