LINIKATA.COM PATI – Sejumlah petani di Kabupaten Pati mulai mengeluhkan kenaikan harga pestisida maupun pupuk di pasaran. Kenaikan ini menjadi beban berat bagi para petani karena kebutuhan pupuk dan pestisida mencapai 20 persen dari total biaya produksi budidaya padi.
Kamelan, petani dari Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, mengungkapkan bahwa kenaikan harga pupuk non-subsidi saat ini mencapai 5 hingga 15 persen dibandingkan harga biasanya.
“Kalau biasanya pupuk non subsidi Rp 10 ribu perkilogram saat ini sudah menjadi Rp 12 ribu perkilogram,” terang Kamelan, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Geruduk Dispertan Pati, Petani: Pupuknya Cuma 20%, Sisanya Pakai Doa Saja
Dampak Konflik Global dan Bahan Impor
Kenaikan harga ini juga merembet pada produk pestisida di pasaran. Jika biasanya harga berada di angka Rp150 ribu, kini petani harus merogoh kocek hingga Rp170 ribu. Kamelan menduga kenaikan harga bahan kimia pertanian ini dipicu oleh situasi geopolitik dunia.
“Mungkin pengaruhnya karena ada perang antara Amerika, Israel dan Iran. Kebetulan bahan baku pestisida dan pupuk kimia memang impor. Jadi sangat berpengaruh sekali,” imbuh dia.
Kekhawatiran Petani Jelang Musim Tanam
Para petani di Pati kini merasa sangat terbebani dengan tingginya biaya operasional. Kamelan berharap pemerintah segera memberikan solusi agar harga pupuk bersubsidi tidak ikut merangkak naik, mengingat saat ini merupakan awal musim tanam.
“Mudah-mudahan pemerintah bisa memberi kebijaksanaan agar pupuk subsidi tidak ada kenaikan,” tambah dia.
Baca juga: Kepala Dispertan Pati Janji Penuhi Kebutuhan Pupuk Subdisi Petani Hutan, Asal …
Kekhawatiran terbesar petani adalah potensi kerugian jika harga jual gabah nantinya tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan.
“Kami khawatir jika nanti saat panen harga jual padi anjlok, tentu akan sangat merugikan petani. Biaya operasional meningkat. Sehingga keuntungannya juga sangat menipis bahkan berpotensi merugi. Padahal saat ini baru musim tanam sehingga kebutuhan pestisida dan pupuk kedepannya tentu sangat penting,” pungkas Kamelan. (LK2)
Editor: Ahmad Muhlisin















