LINIKATA.COM, Pati – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meminta Polresta Pati segera menahan pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo berinisial A. Jika tak segera ditangkap, dikhawatirkan akan berimbas pada ratusan ponpes di Pati.
Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengatakan, pihaknya menunggu ketegasan pihak kepolisan setelah menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka.
“Kami mengucapkan terima kasih pada kepolisian (karena) sudah ada tindak lanjut sehingga sudah ditersangkakan. Tetapi kami berharap tidak hanya-hanya sekedar tersangka saja. Ada ketegasan dari kepolisian untuk melakukan penahanan,” tegas Bandang ditemui usai rapat dengan Menteri PPPA di Pendapa Pati, Minggu (3/5/2026).
Baca juga: Menteri PPPA Tangani Kasus Kiai Cabul di Pati, Ponpes Akan Ditutup Permanen
Bandang khawatir kepercayaan pada ponpes di Pati akan luntur jika kasus ini tak segera ditangani. Padahal di Pati ini banyak ponpes-ponpes besar yang namanya sudah diakui secara nasional.
“Para kiai, ulama besar di Pati juga mengkhawatirkan hal ini. Nanti imbas penerimaan siswa yang ada di pondok akhirnya berkurang dan mungkin bahkan ada yang tidak mau mendaftar dari luar daerah untuk masuk ke Pati,” tutup Bandang.
Menanggapi itu, Kabag Ops Polresta Pati, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata menjelaskan, sampai saat ini pihaknya memang belum menahan pelaku. Saat ini pihak kepolisian baru akan memanggil pelaku untuk dilakukan pemeriksaan.
“Untuk langkah selanjutnya akan kami lakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan,” ujar AKP Dwi Atma Yofi.
Saat ditanya apakah pemanggilan akan dilakukan hari ini (Minggu) atau dalam waktu dekat, pihaknya mengaku masih harus berkoordinasi dengan penyidik. Selain itu, Polresta Pati juga menjadwalkan jumpa pers pada Senin (4/5) besok, tapi untuk agendanya juga belum jelas.
“Nanti akan kami konfirmasikan lagi ke penyidik. Jika sudah ada jadwal pastinya, akan kami beritahukan kepada kawan-kawan media,” ujar Kabag Ops.
Saat didesak apakah pemanggilan itu akan berujung pada penahanan tersangka, Kabag Ops berharap demikian. “Harapannya seperti itu,” kata Kabag Ops.
Baca juga: Ratusan Warga Demo Kiai yang Diduga Cabuli Puluhan Santriwati di Tlogosari Pati
Soal keresahan masyarakat yang menilai pihak kepolisian lamban dalam menangani kasus ini, Kabag Ops berdalih bahwa pihaknya bekerja secara maraton untuk melakukan penyidikan kasus ini. Pihaknya juga mengalami beberapa kendala dalam menangani kasus pencabulan tersebut.
“Ya, tentunya pada dasarnya perkara ini terus berlanjut. Ada beberapa kendala yang kami alami, tapi alhamdulillah bisa teratasi. Intinya perkara terus berlanjut dan progres, dan pasti akan sampai tahap akhir,” katanya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














