• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Jika Banjir Rob Tak Segera Ditangani, Desa Tunggulsari Pati Terancam Seperti Sayung Demak

Redaksi by Redaksi
Juni 21, 2025
in Regional
0
Jika Banjir Rob Tak Segera Ditangani, Desa Tunggulsari Pati Terancam Seperti Sayung Demak

Anak-anak di Tunggulsari, Tayu bermain di genangan banjir rob. Foto: Linikata/LK1

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, terancam hilang seperti beberapa desa di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak jika masalah abrasi dan banjir rob tak segera ditangani dengan serius.

Desa yang hanya berjarak 1,5 kilometer dari garis pantai itu sudah jadi langganan rob selama belasan tahun. Bahkan, bencana tersebut setiap tahun semakin parah dan saat ini sudah sampai menggenangi seluruh desa jika dibarengi hujan deras.

Kondisi makin parah karena hutan mangrove yang pada 2020 seluas 15 hektare kini hanya tersisa 7,5 hektare saja. Rusaknya tanaman penghalau ombak itu karena cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini.

Baca juga: Miris! Hutan Mangrove di Tunggulsari Pati Hanya Tersisa 7,5 Hektare Saja

Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, menyampaikan, setiap tahun pihaknya sudah berupaya melakukan peninggian jalan dan talud. Namun, upaya tersebut rupanya belum cukup untuk menghindarkan desanya dari banjir rob.

“Selama lima tahun ini sudah melakukan peninggian jalan. Namun, di tahun ini juga banjir rob semakin tinggi,” beber dia, Kamis (19/6/2025).

Makanya, Setyo berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dan Pemerintah Pusat bergerak ikut menanggulangi bencana. Tanpa solusi nyata, banjir rob akan terus menghantui warga.

Setyo lantas mengusulkan tiga solusi, yaitu pembuatan pemecah ombak di bibir pantai Kecamatan Tayu, normalisasi sungai, dan penanaman mangrove.

Baca juga: Banjir Rob Sebulan Belum Surut, Warga Tunggulsari Tunggu Solusi dari Pemerintah

“Takutnya, yang saya khawatirkan, ke depan jika tidak ada penanganan serius, kawasan pantai kita, kawasan desa kita, kawasan pertambakan, akan seperti daerah Sayung,” keluhnya.

Menurut Setyo, kawasan pertambakan di desanya kini sudah menggunakan jaring waring untuk mengamankan ikan agar tidak tersapu rob atau tidak lepas dari area tambak.

“Saat ini ketinggian air sudah melebihi tanggul-tanggul tambak yang ada di desa kami,” tutup Setyo. (LK1)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: banjirBanjir PatiBanjir RobBanjir Tunggulsari
Previous Post

Kades Cangkring Jadi Tersangka Kasus Korupsi APBDes, Negara Rugi Hampir Rp400 Juta

Next Post

Hanya Dapat Rp100 Juta, Perpani Pati: Kami Terlilit Utang Karena Anggaran Minim

Redaksi

Redaksi

Next Post
Hanya Dapat Rp100 Juta, Perpani Pati: Kami Terlilit Utang Karena Anggaran Minim

Hanya Dapat Rp100 Juta, Perpani Pati: Kami Terlilit Utang Karena Anggaran Minim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

5
Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

4
Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

4
Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak

Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak

3
Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

September 6, 2026
Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

September 5, 2026
Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

September 5, 2026
Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

September 5, 2026

Recent News

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

September 6, 2026
Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

September 5, 2026
Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

September 5, 2026
Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

September 5, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com