• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Miris! Hutan Mangrove di Tunggulsari Pati Hanya Tersisa 7,5 Hektare Saja

Redaksi by Redaksi
Juni 18, 2025
in Regional
0
Miris! Hutan Mangrove di Tunggulsari Pati Hanya Tersisa 7,5 Hektare Saja

Kondisi hutan mangrove yang berada di Desa Tunggulsari, Tayu, Pati. Foto: Linikata/LK1

0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Hutan mangrove yag berada di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah kondisinya rusak parah. Tak tanggung-tanggung, luasannya kini tinggal separuh saja dari sekitar 15 hektare pada 2020, kini hanya tersisa sekitar 7,5 hektare.

Ketua Kelompok Mangrove Desa Tunggulsari, Karnawi, mengungkapkan, akibat rusaknya hutan mangrove, Desa Tunggulsari yang hanya berjarak 1,5 kilometer dari garis pantai kini jadi langganan banjir rob.

“Rusaknya hutan mangrove itu karena diterjang gelombak ombak besar secara bertubi-tubi. Bahkan, tiga tahun ini kondisinya makin parah,” bebernya, Rabu (18/6/2025).

Baca juga: Banjir Rob Sebulan Belum Surut, Warga Tunggulsari Tunggu Solusi dari Pemerintah

Ia menjelaskan, gelombang air laut meninggi sejak enam tahun terakhir. Hal ini membuat lahan mangrove terus terkikis. Setiap ditanami baru, bibitnya juga cepat rusak karena tidak kuat diterjang ombak.

Pihaknya sebenarnya sudah melakukan berbagai cara untuk menahan gelombang. Salah satunya membuat pemecah gelombang. Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil.

”Kami sudah berusaha dengan patok pemecah gelombang tapi tidak maksimal. Kemudian kami melakukan penanam mangrove tiap tahun sampai 50 ribu bibit lebih. Tapi karena cuaca ekstrem, bibit mati kalau gelombang datang,” ungkap aktivis lingkungan ini.

Tak hanya itu, sejumlah perguruan tinggi juga ikut membantu untuk menangani rob. Namun, tingginya gelombang membuat bibit mangrove yang ditanam mati.

Baca juga: Jadi Langganan Banjir Rob, Warga Tunggulsari: Semoga Pemerintah Bisa Cepat Mengatasi

”Upaya kemarin ada program Dinas Pendidikan dengan Unnes dengan membuat pemecah gelombang. Tapi rusak lagi karena gelombang tinggi,” tandas dia.

Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, berharap, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat ikut menanggulangi bencana banjir rob ini. Tanpa kerja sama pemerintah, maka bencana banjir rob terus menghantui Desa Tunggulsari.

”Ini bencana besar. Kejadian abrasi nyatanya sudah terjadi di Desa Tunggulsari dan beberapa desa Kecamatan Tayu. Harapan saya pemerintah untuk bekerja sama penanggulangan bencana,” tutur Setyo Wahyudi.

Ia pun mengusulkan sejumlah solusi. Seperti pembuatan pemecah ombak di bibir pantai Kecamatan Tayu hingga normalisasi sungai. (LK1)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: banjirBanjir PatiBanjir RobBanjir Tunggulsari
Previous Post

Banjir Rob Sebulan Belum Surut, Warga Tunggulsari Tunggu Solusi dari Pemerintah

Next Post

Fasilitas Sekolah Rakyat Ditargetkan Akhir Juni Kelar

Redaksi

Redaksi

Next Post
Fasilitas Sekolah Rakyat Ditargetkan Akhir Juni Kelar

Fasilitas Sekolah Rakyat Ditargetkan Akhir Juni Kelar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
Buntut Didemo, Pemkab Pati Wajibkan SPPG Beli Telur Peternak Lokal Rp26 Ribu Sekilo

Buntut Didemo, Pemkab Pati Wajibkan SPPG Beli Telur Peternak Lokal Rp26 Ribu Sekilo

Agustus 11, 2026
Siap-Siap! Besok Pecinta Sound Horeg Pati Akan Demo di Alun-Alun Tayu

Siap-Siap! Besok Pecinta Sound Horeg Pati Akan Demo di Alun-Alun Tayu

Agustus 11, 2026
Kuasa Hukum Santriwati Minta Ashari Dikebiri, Siapkan Gugatan Perdata

Kuasa Hukum Santriwati Minta Ashari Dikebiri, Siapkan Gugatan Perdata

Agustus 11, 2026
Krisis Air Bersih di Demak Meluas: 13 Desa Terdampak Kemarau Ekstrem

Krisis Air Bersih di Demak Meluas: 13 Desa Terdampak Kemarau Ekstrem

Agustus 11, 2026

Recent News

Buntut Didemo, Pemkab Pati Wajibkan SPPG Beli Telur Peternak Lokal Rp26 Ribu Sekilo

Buntut Didemo, Pemkab Pati Wajibkan SPPG Beli Telur Peternak Lokal Rp26 Ribu Sekilo

Agustus 11, 2026
Siap-Siap! Besok Pecinta Sound Horeg Pati Akan Demo di Alun-Alun Tayu

Siap-Siap! Besok Pecinta Sound Horeg Pati Akan Demo di Alun-Alun Tayu

Agustus 11, 2026
Kuasa Hukum Santriwati Minta Ashari Dikebiri, Siapkan Gugatan Perdata

Kuasa Hukum Santriwati Minta Ashari Dikebiri, Siapkan Gugatan Perdata

Agustus 11, 2026
Krisis Air Bersih di Demak Meluas: 13 Desa Terdampak Kemarau Ekstrem

Krisis Air Bersih di Demak Meluas: 13 Desa Terdampak Kemarau Ekstrem

Agustus 11, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com