LINIKATA.COM, PATI – Puluhan warga Desa Kletek, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, tampak berdesak-desakan demi mendapatkan air bersih dari sebuah bak penampungan terpal, Sabtu (5/9/2026). Mereka datang silih berganti membawa jeriken, galon, dan ember untuk mengamankan jatah air yang sangat dinantikan di tengah musim kering ini.
Kondisi krisis ini diperparah oleh letak geografis Desa Kletek yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Blora. Wilayahnya yang cukup terpencil dan jauh dari pusat Kabupaten Pati membuat distribusi bantuan air bersih tidak bisa dilakukan setiap hari. Akibatnya, warga harus hidup dalam kecemasan setiap harinya demi memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi.
Situasi tersebut terlihat jelas ketika puluhan warga sudah siaga menunggu di titik dropping air sejak pagi, begitu mendengar kabar adanya penyaluran bantuan dari Relawan Kemanusiaan Pati. Keterbatasan akses dan armada pengangkut membuat bantuan yang datang langsung ludes dalam waktu singkat diserbu warga.
Salah satu warga yang berebut bantuan air bersih itu adalah Mutoyib. Baginya, bantuan itu sangat berarti setelah desanya dilanda krisis air sejak tiga pekan lalu. Sebelum ada bantuan, dia dan warga lain harus mencari air hingga sejauh 1 kilometer setiap hari.
Baca juga: Kekeringan, Warga Demak Gali Kubangan di Sungai Mengering untuk Kebutuhan Harian
Perjuangan Warga Cari Air Bersih
“Kekeringan mulai tiga minggu yang lalu yang berat. Warga ngambil air dari luar desa, dari sawah-sawah. Jauhnya sekitar satu kilometer,” katanya.
Warga mulai sedikit bernapas lega saat bantuan air mulai datang sejak dua pekan lalu. Namun, warga harus mengirit-irit penggunaannya karena bantuan tak datang setiap hari.
“Ada bantuan sejak 2 minggu yang lalu. Saya minta dari PMI, dari yang ada lah. Tapi bantuan enggak mesti ada. Ini kemarin empat hari baru ada,” ungkap Mutoyib.
Menurut Mutoyib, bantuan air itu bisa digunakan untuk kebutuhan memasak dan mandi. Namun, jika digunakan mandi, air tidak cukup untuk empat hari.
“Ya digunakan masak, ya mandi. Tapi kalau empat hari nggak cukup. Paling nggak tiga hari,” katanya.
Makanya, dia selalu bersyukur jika ada bantuan air. Apalagi, jika bantuan tersebut bisa datang lebih sering sehingga kebutuhan warga bisa tercukupi.
“Wah, ya warga tetap senang gembira. Makanya itu ramai banget pada rebutan,” pungkasnya.
Baca juga: Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih
Prioritas Wilayah Perbatasan Pati
Perwakilan Relawan Kemanusiaan Pati, Heru Sudiharto, mengaku memang memprioritaskan daerah terluar Pati. Karena menurut informasi yang dia dapatkan, daerah tersebut sering tak dapat jatah bantuan.
“Informasinya sudah lama mengalami kekeringan. Karena beberapa hari informasinya tidak mendapatkan air jadi mereka antusias mengambil air,” katanya. (LK7)
Editor: Ahmad Muhlisin














