LINIKATA.COM, PATI – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati menyatakan keprihatinan mendalam atas mencuatnya dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang oknum kiai terhadap santrinya. Kasus ini dinilai telah melukai hati banyak pihak, mengingat pesantren seharusnya menjadi benteng moral dan perlindungan bagi santri.
Ketua PC GP Ansor Pati, Ahmad Nashirudin, menegaskan bahwa pihaknya mendorong penuh aparat penegak hukum untuk menangani persoalan ini secara tegas, profesional, dan transparan.
“Peristiwa tersebut melukai banyak pihak, mengingat pesantren semestinya identik dengan nilai moral, keagamaan, dan perlindungan terhadap santri di lingkungan pendidikan,” ujar Nashirudin, Sabtu (2/5/2026).
Baca juga: Polisi Kantongi Cukup Bukti dalam Kasus Kiai Cabuli Puluhan Santriwati di Pati
Siapkan Pendampingan Hukum dan Psikologis
Sebagai bentuk kepedulian terhadap para penyintas, GP Ansor Pati berkomitmen untuk memberikan pendampingan bagi terduga korban. Pendampingan ini mencakup bantuan hukum guna memastikan keadilan, serta pendampingan psikologis demi pemulihan trauma sosial yang dialami santriwati.
Nashirudin menekankan bahwa hak-hak para santri untuk mendapatkan perlindungan dan pemulihan sosial harus menjadi prioritas utama selama proses hukum berlangsung.
“Kami menegaskan dukungan untuk memberikan pendampingan terhadap terduga korban, baik dari sisi hukum maupun psikologis, agar mereka mendapatkan pemulihan yang layak,” tambahnya.
Jangan Generalisasi Lembaga Pesantren
Di tengah sorotan publik yang tajam, Nashirudin mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan yang menyudutkan institusi pesantren secara umum. Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh oknum tidak sepatutnya dianggap sebagai cerminan lembaga pendidikan keagamaan secara keseluruhan.
Pesantren, lanjutnya, selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pembentukan karakter dan moral generasi muda di Indonesia, khususnya di wilayah Bumi Mina Tani.
“Jangan sampai dugaan yang melibatkan oknum ini digeneralisasi terhadap lembaga pesantren secara keseluruhan. Peristiwa ini harus menjadi bahan refleksi bersama untuk memperkuat sistem pengawasan dan perlindungan santri di lembaga pendidikan keagamaan,” tegasnya.
Baca juga: Kiai di Pati Diduga Cabuli Puluhan Santriwati di Bawah Umur
Komitmen Lingkungan Pendidikan Aman
GP Ansor Pati berharap agar proses hukum di Polresta Pati yang kini telah naik ke tahap penyidikan dapat berjalan objektif. Ke depannya, Ansor berkomitmen untuk terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin.
Dukungan dari organisasi kepemudaan terbesar di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan memperkuat upaya penegakan hukum yang berkeadilan.
Editor: Ahmad Muhlisin















