• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Kisah Keuletan Agus, Petani Hidroponik di Lau Kudus yang Kewalahan Layani Permintaan Selada

Redaksi by Redaksi
Mei 2, 2026
in Regional
0
Kisah Keuletan Agus, Petani Hidroponik di Lau Kudus yang Kewalahan Layani Permintaan Selada

Agus Sulistiyanto sedang memanen selada di kebun hidroponik miliknya. Foto: Linikata/LK6

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, KUDUS – Keputusan Agus Sulistiyanto (38) untuk menanggalkan seragam karyawan swasta beberapa tahun lalu kini berbuah manis. Di balik instalasi talang untuk hidroponik yang memenuhi lahan di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, pria tiga anak ini justru menemukan ritme hidup yang lebih menjanjikan sebagai petani modern.

Kamis (30/4/2026) pagi, suasana hijau segar menyambut siapa saja yang berkunjung ke kebun miliknya. Agus tampak telaten mengecek barisan selada yang tumbuh subur. Sesekali ia membawa alat pengukur untuk memastikan nutrisi terlarut dalam air (PPM) dan kadar keasaman (pH) berada di angka sempurna.

“Kuncinya adalah teliti. Kalau hidroponik itu kita ‘bermain’ dengan air. Jadi nutrisi harus benar-benar terjaga agar hasilnya maksimal,” ujar Agus sembari menunjukkan daun selada yang hijau royo-royo.

Baca juga: Tak Ada Yang Mustahil! Penjual Tempe di Pati Bisa Haji dari Nabung Rp10 Ribu Sehari

Dedikasi Pertanian Modern

Menjadi petani hidroponik bagi Agus bukan sekadar tren, tapi soal dedikasi. Dibutuhkan waktu sekitar 40 hari dari persemaian hingga selada-selada ini siap dipanen. Ketekunannya dalam merawat tanaman membuahkan sayuran yang jauh lebih bersih, renyah, dan tahan lama dibandingkan selada konvensional.

Kualitas inilah yang membuat konsumen jatuh hati. Agus menceritakan bahwa pelanggannya jauh lebih puas karena sayuran diterima dalam kondisi prima. Namun, siapa sangka rutinitas pagi yang tenang itu kini kerap berubah menjadi “kegaduhan” pesanan yang datang silih berganti.

Berkah Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Lonjakan permintaan yang signifikan dirasakan Agus sejak bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Jika sebelumnya ia hanya memasok untuk kebutuhan katering dan pedagang kebab, kini pasar terbesar Agus telah bergeser ke sektor yang lebih luas.

Baca juga: Dari Beban Pundak ke Baitullah: Kisah Inspiratif Kuli Panggul Kudus yang Berangkat Haji

“Diakui atau tidak, program MBG ini sangat membantu petani lokal. Sekarang, sekitar 70 persen hasil panen saya masuk ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sisanya baru untuk pasar umum dan katering,” jelasnya.

Seminggu sekali, Agus harus menyiapkan stok sebanyak 70 hingga 80 kilogram selada untuk memenuhi menu mingguan SPPG. Dengan harga jual Rp28.000 per kilogram, perputaran ekonomi di kebunnya kian kencang. Bahkan, Agus mengaku sering merasa tidak enak hati karena harus menolak pesanan akibat stok yang terbatas.

“Jujur kami kewalahan. Saat ini saya sedang fokus menambah instalasi baru agar semua permintaan, terutama untuk kebutuhan gizi anak-anak lewat SPPG, bisa tercukupi tanpa harus menolak pelanggan lagi,” tambahnya. (LK6)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: kisah suksesMBG
Previous Post

Gaji Guru Honorer Hanya Rp345 Ribu, Yheni Bertahan Hidup dengan Latih Tari hingga Nyinden

Next Post

Rusak Marwah Pesantren, GP Ansor Pati Desak Tindak Tegas Terduga Kiai Cabul

Redaksi

Redaksi

Next Post
Rusak Marwah Pesantren, GP Ansor Pati Desak Tindak Tegas Terduga Kiai Cabul

Rusak Marwah Pesantren, GP Ansor Pati Desak Tindak Tegas Terduga Kiai Cabul

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

SELAMAT IDUL FITRI

Stay Connected

  • 100 Fans
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

September 7, 2025
Plt Bupati Pati dan Baznas Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Degan Winong

Plt Bupati Pati dan Baznas Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Degan Winong

Maret 27, 2026
Teken Pakta Integritas di Depan Gubernur Jateng, Chandra Tegaskan Pati Bebas KKN

Teken Pakta Integritas di Depan Gubernur Jateng, Chandra Tegaskan Pati Bebas KKN

April 2, 2026
Hadiri Sedekah Laut di Juwana, Plt Bupati Pati: Semoga Hasil Melimpah, Harga Bagus

Hadiri Sedekah Laut di Juwana, Plt Bupati Pati: Semoga Hasil Melimpah, Harga Bagus

Maret 29, 2026
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
Rusak Marwah Pesantren, GP Ansor Pati Desak Tindak Tegas Terduga Kiai Cabul

Rusak Marwah Pesantren, GP Ansor Pati Desak Tindak Tegas Terduga Kiai Cabul

Mei 2, 2026
Kisah Keuletan Agus, Petani Hidroponik di Lau Kudus yang Kewalahan Layani Permintaan Selada

Kisah Keuletan Agus, Petani Hidroponik di Lau Kudus yang Kewalahan Layani Permintaan Selada

Mei 2, 2026
Gaji Guru Honorer Hanya Rp345 Ribu, Yheni Bertahan Hidup dengan Latih Tari hingga Nyinden

Gaji Guru Honorer Hanya Rp345 Ribu, Yheni Bertahan Hidup dengan Latih Tari hingga Nyinden

Mei 2, 2026
Peringati Hardiknas 2026, Bupati Rembang Tekankan Kolaborasi dan Pendidikan Inklusif

Peringati Hardiknas 2026, Bupati Rembang Tekankan Kolaborasi dan Pendidikan Inklusif

Mei 2, 2026

Recent News

Rusak Marwah Pesantren, GP Ansor Pati Desak Tindak Tegas Terduga Kiai Cabul

Rusak Marwah Pesantren, GP Ansor Pati Desak Tindak Tegas Terduga Kiai Cabul

Mei 2, 2026
Kisah Keuletan Agus, Petani Hidroponik di Lau Kudus yang Kewalahan Layani Permintaan Selada

Kisah Keuletan Agus, Petani Hidroponik di Lau Kudus yang Kewalahan Layani Permintaan Selada

Mei 2, 2026
Gaji Guru Honorer Hanya Rp345 Ribu, Yheni Bertahan Hidup dengan Latih Tari hingga Nyinden

Gaji Guru Honorer Hanya Rp345 Ribu, Yheni Bertahan Hidup dengan Latih Tari hingga Nyinden

Mei 2, 2026
Peringati Hardiknas 2026, Bupati Rembang Tekankan Kolaborasi dan Pendidikan Inklusif

Peringati Hardiknas 2026, Bupati Rembang Tekankan Kolaborasi dan Pendidikan Inklusif

Mei 2, 2026
Lini Kata

© 2025 Linikata.com All right reserved

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

© 2025 Linikata.com All right reserved