• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Gaji Guru Honorer Hanya Rp345 Ribu, Yheni Bertahan Hidup dengan Latih Tari hingga Nyinden

Redaksi by Redaksi
Mei 2, 2026
in Regional
0
Gaji Guru Honorer Hanya Rp345 Ribu, Yheni Bertahan Hidup dengan Latih Tari hingga Nyinden

Yheni Aprilia Susanti (26) tampak telaten mengajari belasan anak-anak di Sanggar Prigel Bromastro, miliknya, Sabtu (2/5).

0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Di balik gerakan lentur dan tatapan fokusnya saat mengajar tari di Sanggar Prigel Bromastro, Yheni Aprilia Susanti (26) menyimpan kisah perjuangan yang menguras air mata. Perempuan asal Desa Tambahmulyo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati ini harus memutar otak demi mencukupi kebutuhan hidup di tengah minimnya apresiasi bagi tenaga pendidik honorer.

Sehari-hari, Yheni merupakan guru seni di SMP Negeri 1 Tambakromo. Meski mengajar dengan penuh dedikasi, upah yang ia terima jauh dari kata layak. Dalam sebulan, lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta ini hanya mengantongi gaji sebesar Rp345 ribu.

“Kalau boleh jujur, untuk bensin saja tidak ter-cover ya. Tapi, ya dijalani,” ungkap Yheni saat ditemui di sanggarnya, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: Kisah Pilu Pedagang Plaza Pragola Pati, Sehari Belum Tentu Laku Satu Piring

Banting Tulang Jadi Pesinden hingga Cucok Lampah

Jarak rumah ke sekolah yang mencapai 6,5 kilometer membuat gaji bulanannya habis hanya untuk biaya transportasi. Apalagi, penghasilan suaminya yang juga seorang guru PJOK berstatus PPPK di SMPN 1 Gabus juga tidak besar-besar amat . Kondisi ini memaksa Yheni untuk mencari penghasilan tambahan melalui keahlian seninya.

Di luar jam sekolah, waktu Yheni dihabiskan untuk melatih tari di berbagai instansi. Saat hari mulai gelap, ia sering kali berganti peran menjadi pesinden dalam pementasan campursari. Tak jarang, ia juga melakoni peran sebagai cucok lampah dalam upacara pernikahan jika ada panggilan di pagi atau siang hari.

“Saya mencari kesibukan dengan keahlian di bidang saya. Ada sanggar di rumah, melatih tari. Selain itu kalau ada panggilan dari sekolah atau instansi lain untuk melatih, saya juga ke sana,” tuturnya.

Harapan Menjadi ASN dan Minimnya Kuota Guru Seni

Yheni bukannya tanpa peluang untuk memperbaiki nasib. Ia mengaku sempat lolos seleksi PPPK, namun terpaksa dilepas karena penempatannya di Kabupaten Rembang. Pertimbangan anak yang masih kecil dan jarak yang jauh menjadi alasan berat di balik keputusan tersebut.

Baca juga: Dari Beban Pundak ke Baitullah: Kisah Inspiratif Kuli Panggul Kudus yang Berangkat Haji

Kini, langkahnya untuk menjadi abdi negara kian terjal. Yheni mengeluhkan minimnya kuota guru seni di wilayah asalnya, Kabupaten Pati.

“Kuota guru seni minim sekali, di Pati tidak ada. Batas akhirnya pendaftaran kemarin 30 April, tapi di Pati kosong. Yang terdekat hanya Blora dan Demak,” keluhnya.

Meski demikian, semangat Yheni tidak padam. Baginya, menjadi guru dan seniman adalah cara untuk mewujudkan wasiat mendiang sang ayah agar menjadi manusia yang bermanfaat. Ia tetap berharap suatu saat nanti ada formasi yang memungkinkannya mengabdi di tanah kelahirannya sendiri dengan kesejahteraan yang lebih baik.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: Guru HonorerTari
Previous Post

Peringati Hardiknas 2026, Bupati Rembang Tekankan Kolaborasi dan Pendidikan Inklusif

Next Post

Kisah Keuletan Agus, Petani Hidroponik di Lau Kudus yang Kewalahan Layani Permintaan Selada

Redaksi

Redaksi

Next Post
Kisah Keuletan Agus, Petani Hidroponik di Lau Kudus yang Kewalahan Layani Permintaan Selada

Kisah Keuletan Agus, Petani Hidroponik di Lau Kudus yang Kewalahan Layani Permintaan Selada

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 100 Fans
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
​Bantah Pacaran, Wanita di Sinomwidodo Pati Dibacok Karena Tolak Ta’aruf

​Bantah Pacaran, Wanita di Sinomwidodo Pati Dibacok Karena Tolak Ta’aruf

Juli 24, 2026
Dugaan Pembalakan Liar di Regaloh, Perhutani Pati Merugi Rp1,1 Miliar

Dugaan Pembalakan Liar di Regaloh, Perhutani Pati Merugi Rp1,1 Miliar

Juli 24, 2026
Pelajar MTs di Kudus Kedapatan Beli Celurit 1,3 Meter, Alasannya Buat Pajangan

Pelajar MTs di Kudus Kedapatan Beli Celurit 1,3 Meter, Alasannya Buat Pajangan

Juli 24, 2026
Bantu PKL Bangkit dari Sepi, Demokrat Pati Bersihkan Alun-Alun Kembangjoyo

Bantu PKL Bangkit dari Sepi, Demokrat Pati Bersihkan Alun-Alun Kembangjoyo

Juli 24, 2026

Recent News

​Bantah Pacaran, Wanita di Sinomwidodo Pati Dibacok Karena Tolak Ta’aruf

​Bantah Pacaran, Wanita di Sinomwidodo Pati Dibacok Karena Tolak Ta’aruf

Juli 24, 2026
Dugaan Pembalakan Liar di Regaloh, Perhutani Pati Merugi Rp1,1 Miliar

Dugaan Pembalakan Liar di Regaloh, Perhutani Pati Merugi Rp1,1 Miliar

Juli 24, 2026
Pelajar MTs di Kudus Kedapatan Beli Celurit 1,3 Meter, Alasannya Buat Pajangan

Pelajar MTs di Kudus Kedapatan Beli Celurit 1,3 Meter, Alasannya Buat Pajangan

Juli 24, 2026
Bantu PKL Bangkit dari Sepi, Demokrat Pati Bersihkan Alun-Alun Kembangjoyo

Bantu PKL Bangkit dari Sepi, Demokrat Pati Bersihkan Alun-Alun Kembangjoyo

Juli 24, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com