LINIKATA.COM, PATI – Ratusan hektare lahan pertanian di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, terancam kekeringan parah akibat matinya fungsi saluran irigasi sekunder dari Waduk Logung. Jalur irigasi yang membentang hingga Desa Jambean Kidul ini praktis mangkrak dan gagal mengalirkan air ke 183 hektare lahan pertanian dalam empat tahun terakhir.
Ketua Serikat Petani Pati, Kamelan, mengungkapkan infrastruktur air tersebut sempat berjalan normal pada awal pembukaan bendungan sebelum akhirnya mengalami kerusakan struktural masif.
“Tapi hanya berfungsi dua tahun setelah waduk Logung dibuka. Setelah itu jalur irigasinya rusak. Akhirnya airnya tidak sampai sini (Margorejo,Red),” ujar Kamelan, Selasa (22/9/2026).
Baca juga: Imbas Kemarau Panjang, Petani di Jambean Kidul Pati Nekat Utang Demi Buat Sumur Bor
Menurutnya, kerusakan terpantau di sejumlah titik krusial, mulai dari fondasi saluran dekat jembatan yang ambrol hingga kebocoran konstruksi di atas bentangan alur sungai. Padahal, suplai dari waduk lintas daerah tersebut sangat vital bagi petani, khususnya guna menopang kebutuhan air mendesak pada Musim Tanam (MT) 3 di tengah menyusutnya debit air lokal.
“Padahal petani tidak menuntut setiap tanam saja. Seandainya bisa untuk saat urgent saja sudah senang. Seperti saat musim tanam (MT) 3 sudah cukup senang,” terang dia.
Baca juga: Kekeringan, Petani di Bungasrejo Pati Terpaksa Beli Air demi Selamatkan Padi
Mangkrak Laporan Birokrasi
Kamelan menyayangkan sikap lamban instansi berwenang mengingat aduan kerusakan saluran irigasi ini telah berulang kali disuarakan kelompok tani tanpa realisasi perbaikan. Akibat buntu jalur irigasi Logung, petani Jambean Kidul terpaksa bertumpu pada aliran Sungai Juwana.
“Sering dilaporkan. Katanya akan diusulkan tapi tidak pernah ada tindaklanjutnya. Semoga saja bisa segera diperbaiki,” pungkas Kamelan.
Editor: Ahmad Muhlisin












