LINIKATA.COM, PATI – Kabar gembira menyelimuti para petani di sepanjang aliran Sungai Silugonggo di Kabupaten Pati. Ketakutan gagal panen karena terdampak kemarau ekstrem bisa sedikit mereda setelah aliran air dari Waduk Kedung Ombo sudah masuk ke wilayah Kabupaten Pati, Selasa (22/9/2026).
Bahkan, demi memastikan pasokan air tidak terhambat sumbatan, ratusan petani dari berbagai desa menggelar aksi gotong royong membersihkan alur Sungai Juwana.
Salah satu petani, Desa Karangrowo, Sugiyono, mengatakan, fokus pembersihan mencakup pengangkatan gulma eceng gondok serta pengerukan endapan lumpur mulai dari Dukuh Dondong, Desa Kedungmulyo, Ngadingrejo, Ngastorejo, hingga Karangrowo.
“Mulai membersihkan eceng gondok dibantu dengan orang Dukuh Dondong juga. Terus, yang lainnya setelah dapat kira-kira ya 100 meter, baru teman-teman dari Dukuh Kedung Batang menyusul,” terangnya.
Baca juga: Kemarau Panjang, Ribuan Hektare Sawah di Pati Terancam Gagal Panen
Kupas Sedimen Jembatan
Tumpukan gulma kering dan basah yang akarnya menancap kuat berisiko menciptakan perbedaan elevasi air ekstrem antara hulu dan hilir jika dibiarkan membeku di alur sungai.
Selain gulma, kendala hambatan aliran ditemukan di kolong Jembatan Gantung Ngastorejo akibat pendangkalan sedimen material anak sungai. Secara swadaya, kelompok tani mengerahkan tenaga manual bercangkul membuka alur selebaran lebih dari satu meter.
”Di bawah jembatan gantung itu ada pendangkalan sedimen. Ada sekitar lima orang petani yang membawa cangkul untuk membuka alur saluran air seluas satu meter lebih agar air bisa mengalir terus ke utara,” imbuh Sugiyono.
Meskipun buka pintu air dari Waduk Kedung Ombo telah dilakukan sejak 15 September lalu, suplai air belum sepenuhnya difungsikan ke petak sawah menunggu normalisasi tuntas agar distribusi merata ke wilayah utara. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













