LINIKATA.COM, PATI – Peristiwa tanah gerak melanda bantaran Sungai Silugonggo, tepatnya di Dukuh Sampang, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. Fenomena pergeseran tanah ini secara keseluruhan membentang 40 hingga 50 meter, dengan titik terparah sepanjang 25 meter dan kedalaman mencapai 1,5 meter.
Akibat peristiwa tersebut, fasilitas warga setempat berupa bangunan punden serta tempat pompa air irigasi pertanian mengalami kerusakan dan berdampak langsung pada aktivitas warga. Kondisi tersebut juga mengancam seratusan rumah yang berada di dekat sungai.
Peristiwa tanah geser ini juga pernah terjadi pada September 2024 lalu namun lokasinya berbeda. Saat itu, 21 bangunan termasuk rumah di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan Pati rusak parah.
Salah seorang warga Sampang, Sudarno, menuturkan bahwa peristiwa tanah ambles itu pertama kali terjadi pada Sabtu (22/8/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIB. Kondisi kerusakan tanah di bibir sungai tersebut pun terus menunjukkan peningkatan setiap harinya.
”Sabtu perkiraan kurang lebih jam 1 – 2 dini hari. Kemarin tidak seberapa dan ini tambah lebar,” ujar Sudarno, Jumat (28/8/2026).
Baca juga:
Pompa Air Irigasi Lumpuh Total
Sudarno menjelaskan, amblesnya tanah di bibir sungai tersebut diduga dipengaruhi oleh penyusutan debit air Sungai Silugonggo selama musim kemarau. Dampak paling krusial dirasakan para petani lantaran fasilitas mesin pompa air di dalam bangunan terdampak tidak dapat difungsikan sama sekali.
”Itu kan tidak bisa berfungsi (pompa air). Tidak bisa untuk mengairi sawah petani-petani,” kata dia.
Ratusan KK Terancam
Warga lain, Warno menambahkan, sedikitnya ada 150 kepala keluarga yang bermukim di zona permukiman dekat bantaran sungai tersebut. Kini, ratusan warga dilanda kecemasan mendalam apabila pergerakan struktur tanah terus menjalar mendekati fondasi rumah tinggal mereka.
”Khawatir, karena ada 150 rumah di sini. Karena takutnya meluas sampai ke rumah-rumah,” ungkap Warno.
Baca juga:
Penanganan dan Anggaran BTT
Menanggapi kecemasan warga, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengatakan bahwa pihaknya bakal melakukan mitigasi bencana mengenai tanah ambles tersebut. Jika setelah melakukan mitigasi bencana diperlukan penanganan cepat, maka Pemkab Pati akan menganggarkan lewat Bantuan Tak Terduga (BTT).
”Kita akan mitigasi semua masalahnya. Kalau memang perlu ditangani kita akan anggarkan lewat BTT,” kata Chandra. (LK3)
Editor: Ahmad Muhlisin














