• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Resmi! Plt Bupati Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan

Redaksi by Redaksi
September 17, 2026
in Regional
0
Resmi! Plt Bupati Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, resmi meningkatkan status penanganan bencana dari siaga menjadi tanggap darurat kekeringan, Kamis (17/9/2026).

Kebijakan strategis tersebut diambil menyusul krisis air bersih yang kian meluas dan telah berdampak pada 40 desa yang tersebar di 10 kecamatan se-Kabupaten Pati.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat mobilisasi bantuan logistik dan pasokan air bersih secara menyeluruh kepada belasan ribu warga yang terdampak kemarau panjang.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, zona kekeringan berat melanda Kecamatan Jakenan (9 desa) dan Gabus (7 desa).

Baca juga: ​49 Desa di Pati Kekeringan, Kapan Status Tanggap Darurat Ditetapkan?

Wilayah kekeringan tingkat tinggi mencakup Winong (6 desa) dan Tambakromo (5 desa), sedangkan zona sedang berada di Jaken (4 desa). Adapun kekeringan tingkat ringan melanda Pucakwangi (3 desa), Kayen (2 desa), Dukuhseti (2 desa), Pati (1 desa), serta Sukolilo (1 desa).

Bencana kekeringan yang berlangsung sejak pertengahan Juli ini tercatat telah berdampak pada 17.172 jiwa dari 5.054 Kepala Keluarga (KK), dengan total distribusi air mencapai 158 tangki atau setara 740.000 liter.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjelaskan bahwa penetapan status ini telah memenuhi ambang batas Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 36 Tahun 2013, di mana kekeringan telah melampaui syarat minimal 3 desa dan 1.200 hektare lahan pertanian.

“Sekarang ini terpantau sudah sekitar 1.700 hektare lahan kekeringan. Berlangsungnya (tanggap darurat bencana) masih nunggu sampai kekeringan ini selesai,” katanya usai Rakor Tanggap Darurat Bencana Kekeringan di Ruang Pragola Kompleks Kantor Bupati Pati, Kamis (17/9/2026).

Kucurkan Dana BTT Rp250 Juta

Melalui penetapan status tanggap darurat ini, Pemkab Pati resmi mengalokasikan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) tahap awal sebesar Rp250 juta. Dana ini bisa bertambah dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (PTJSL) dari Bank Jateng.

“Kalau tanggap darurat ini kita bisa mengalokasikan dana BTT, nominalnya sekitar Rp250 juta. Intinya hari Senin ini sudah bisa kita laksanakan pengiriman truk-truk tangki air bersih ke 40 desa terdampak,” beber Chandra.

Chandra menegaskan besaran anggaran tersebut bersifat fleksibel dan siap ditambah apabila masa darurat kekeringan di Bumi Mina Tani berlangsung lebih lama.

“Dana ini kan fleksibel. Kalau kekeringannya masih panjang pasti akan kita alokasikan tambahan karena dana BTT kami kan juga masih ada,” ujarnya.

Baca juga: Tangani Kekeringan, Pemkab Pati Siapkan Rp1,5 M untuk Pasok Air Bersih

Proyeksi Sumur Bor 2027

Di samping fokus pada droping air harian, alokasi dana darurat tersebut juga diarahkan untuk memetakan titik sumber air guna perancangan sumur dalam pada tahun anggaran mendatang.

“Kegiatannya selain droping air, kami juga melihat titik-titik air terdekat dari wilayah desa terdampak, supaya bisa kita lokasikan nanti di 2027 untuk pengadaan sumur-sumur dalam,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, menambahkan bahwa empat armada BPBD disiapkan untuk menyalurkan 8 hingga 12 tangki air per hari secara bergilir, dibantu armada PMI dan komunitas donatur.

“Harus merata. Jadi jangan sampai terjadi tumpukan bantuan air bersih di satu desa, sementara di desa yang lain belum pernah tersentuh bantuan. Itu yang kami upayakan,” pungkas Martinus. (LK1)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: Kekeringan
Previous Post

YEU Fasilitasi Pembentukan FPRB Tunggulsari Pati

Next Post

Segera Beroperasi di Pati, Dishub Siapkan 11 Halte Bus Trans Jateng

Redaksi

Redaksi

Next Post
Warga Keluhkan Jalan Gunungsari Tak Berpembatas, Dishub Pati Akan Survei

Segera Beroperasi di Pati, Dishub Siapkan 11 Halte Bus Trans Jateng

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

6
Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

5
777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG

777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG

5
Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

4
Belasan Siswa SDN Maitan 2 Diduga Keracunan Susu MBG

Belasan Siswa SDN Maitan 2 Diduga Keracunan Susu MBG

September 17, 2026
​Imbas Kemarau Panjang, Petani di Jambean Kidul Pati Nekat Utang Demi Buat Sumur Bor

​Imbas Kemarau Panjang, Petani di Jambean Kidul Pati Nekat Utang Demi Buat Sumur Bor

September 17, 2026
Warga Keluhkan Jalan Gunungsari Tak Berpembatas, Dishub Pati Akan Survei

Segera Beroperasi di Pati, Dishub Siapkan 11 Halte Bus Trans Jateng

September 17, 2026
Resmi! Plt Bupati Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan

Resmi! Plt Bupati Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan

September 17, 2026

Recent News

Belasan Siswa SDN Maitan 2 Diduga Keracunan Susu MBG

Belasan Siswa SDN Maitan 2 Diduga Keracunan Susu MBG

September 17, 2026
​Imbas Kemarau Panjang, Petani di Jambean Kidul Pati Nekat Utang Demi Buat Sumur Bor

​Imbas Kemarau Panjang, Petani di Jambean Kidul Pati Nekat Utang Demi Buat Sumur Bor

September 17, 2026
Warga Keluhkan Jalan Gunungsari Tak Berpembatas, Dishub Pati Akan Survei

Segera Beroperasi di Pati, Dishub Siapkan 11 Halte Bus Trans Jateng

September 17, 2026
Resmi! Plt Bupati Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan

Resmi! Plt Bupati Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan

September 17, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com