LINIKATA.COM, PATI – Dampak kemarau panjang kian melumpuhkan perekonomian warga bantaran sungai di Kabupaten Pati. Nelayan kecil tradisional yang biasa menggantungkan hidup di aliran Sungai Silugonggo kini harus kehilangan mata pencarian akibat debit air sungai mengering.
Kondisi memprihatinkan ini salah satunya dirasakan oleh Suwarno (54), nelayan asal Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus. Ia mengaku sudah tidak bisa lagi menangkap ikan sejak sungai mulai menyusut drastis.
”Kekeringan macam ini ya tidak bisa bekerja nelayan. Selama ini ya menganggur,” keluh Suwarno, Jumat (28/8/2026).
Baca juga: Sungai Silugonggo Mengering, Wisata Susur Sungai di Sugiharjo Pati Terpaksa Tutup
300 Nelayan Terdampak
Suwarno memperkirakan ada sekitar 300 nelayan sungai tradisional dari wilayah Kecamatan Juwana hingga Kecamatan Gabus yang bernasib sama dengan dirinya.
Menurut penjelasannya, tanda-tanda surutnya aliran Sungai Silugonggo sudah nampak sejak empat bulan lalu akibat minimnya curah hujan. Fenomena kekeringan ini diproyeksikan masih akan berlangsung hingga tiga sampai empat bulan ke depan.
Selain faktor musim kemarau, kekeringan parah ini diperparah oleh pendangkalan sedimentasi sungai serta kerusakan pada infrastruktur penampung air.
”Ada bendung karet yang bocor, jadi berimbas pada mengeringnya sungai. Air di Sungai Silugonggo mengalir lepas ke Laut Juwana,” bebernya.
Baca juga: Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen
Nelayan Kehilangan Penghasilan
Dalam kondisi normal saat debit air mencukupi, Suwarno biasanya mampu mengantongi pendapatan harian berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu dari hasil menjaring ikan.
Rata-rata tangkapan yang didapatkan meliputi jenis ikan lundu, kutuk (gabus), dan jepet, yang biasa ia jual langsung ke Pasar Ngantru maupun Pasar Gabus.
Melihat kondisi yang semakin parah, para nelayan tradisional berharap Pemkab Pati maupun instansi terkait segera turun tangan memberikan bantuan serta solusi teknis mengatasi kebocoran bendung dan pengerukan sedimentasi.
”Semoga ada perhatian dari pemerintah mengenai persoalan mengeringnya Sungai Silugonggo ini supaya kami bisa mencari ikan kembali,” harapnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













