• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Nelayan Tayu Pati Menangis, Pasang 1.000 Bubu Cuma Dapat 4 Rajungan

Redaksi by Redaksi
Agustus 14, 2026
in Regional
0
Nelayan Tayu Pati Menangis, Pasang 1.000 Bubu Cuma Dapat 4 Rajungan
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Nasib buntung tengah membayangi puluhan nelayan rajungan di Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Di tengah melambungnya harga jual rajungan di pasaran, para nelayan justru dihadapkan pada kenyataan pahit: populasi rajungan di perairan setempat kian langka dan sulit ditangkap.

​Ketua Kelompok Nelayan Rajungan Bino Makmur Keboromo, Rokhim, membeberkan bahwa penurunan hasil tangkapan ini sudah berlangsung selama berbulan-bulan. Hal tersebut memukul telak kondisi perekonomian sekitar 70 hingga 80 nelayan rajungan di desanya.

​”Harganya sedang bagus, tapi rajungannya sangat sulit dicari. Bahkan pernah ada nelayan yang memasang 1.000 bubu (alat tangkap rajungan), hasilnya hanya dapat 4 ekor saja,” keluh Rokhim, Rabu (12/8/2026).

​Alih-alih meraup untung dari tingginya harga komoditas laut tersebut, para nelayan justru terus-menerus menanggung rugi setiap kali berlayar. Sekali melaut, rata-rata perahu yang diisi tiga orang nelayan membawa sekitar 500 bubu dengan modal operasional yang tidak sedikit.

​”Kalau dihitung, sekali jalan rugi sekitar Rp300 ribu hanya untuk membeli solar dan perbekalan melaut. Hasil tangkapan sama sekali tidak menutup biaya operasional,” terangnya.

Baca juga: Imbas Bendung Karet Sungai Juwana, Nelayan Disebut Susah Melaut sampai Sedimentasi Parah

​Tercemar Limbah hingga Maraknya Cantrang

​Menurut Rokhim, kelangkaan rajungan ini dipicu oleh akumulasi rusaknya ekosistem laut serta fenomena perubahan iklim yang ekstrem. Terumbu karang yang rusak serta ketiadaan fish apartment (rumah ikan) membuat rajungan kehilangan habitat alaminya.

​Tak hanya itu, maraknya penggunaan alat tangkap mini cantrang oleh nelayan luar daerah serta pencemaran limbah cair industri tapioka yang terbuang ke laut makin memperparah kepunahan habitat rajungan.

​”Penyebabnya kompleks. Mulai dari alat tangkap mini cantrang dari daerah lain, limbah pabrik tapioka, sampai ketiadaan terumbu karang yang membuat rajungan mati dan menghilang,” tegasnya.

Baca juga: Solar Turun jadi Rp15 Ribu, Ratusan Kapal Nelayan Juwana Pati Siap Melaut Lagi

​Musim Tangkap Tak Lagi Bisa Diprediksi

​Kondisi ini berbanding terbalik dibanding satu dekade lalu. Dahulu, para nelayan memiliki kalender musim yang pasti untuk melaut, yakni kisaran bulan Desember hingga Maret.

​”Dulu Desember sampai Maret itu pasti ada hasil, minimal bisa untuk menutup kebutuhan harian. Sekitar 10 tahun lalu, bawa 200 bubu saja minimal bisa dapat 5 kilogram. Tapi sekarang musimnya sudah tidak bisa diprediksi sama sekali,” pungkas Rokhim. (LK1)

​Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: Nelayan
Previous Post

Cinta Ditolak Pisau Bertindak, Wanita di Pati Dianiaya hingga Luka Serius

Next Post

​Siap-Siap! Pemkab Pati Jadwalkan Pilkades Serentak Maret 2027

Redaksi

Redaksi

Next Post
Butuh Anggaran Besar, Penanganan Banjir Rob Tunggulsari Pati Diserahkan Pusat

​Siap-Siap! Pemkab Pati Jadwalkan Pilkades Serentak Maret 2027

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

5
Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

4
Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

4
Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak

Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak

3
Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

September 5, 2026
Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

September 5, 2026
Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

September 5, 2026
Venue Sepatu Roda Bakal Dibongkar, Ketua Perserosi Pati: Kita Latihan di Mana?

KONI Pati Kekurangan Rp1,7 M untuk Persiapan 343 Atlet ke Porprov Jateng 2026

September 5, 2026

Recent News

Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

September 5, 2026
Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

September 5, 2026
Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

September 5, 2026
Venue Sepatu Roda Bakal Dibongkar, Ketua Perserosi Pati: Kita Latihan di Mana?

KONI Pati Kekurangan Rp1,7 M untuk Persiapan 343 Atlet ke Porprov Jateng 2026

September 5, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com