LINIKATA.COM, PATI – Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) menyoroti tajam sejumlah kebijakan pemerintah di kawasan Sungai Juwana yang dinilai bermasalah. Organisasi yang konsisten bergerak di isu lingkungan tersebut menilai regulasi yang ada saat ini tidak berpihak pada kelestarian sungai dan ruang hidup masyarakat.
Juru bicara Jampisawan, Ari Subekti, mengatakan bahwa gerakan ini lahir dari akumulasi keresahan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Silugonggo tersebut. Kerusakan lingkungan yang terus terjadi di area aliran sungai kini mulai berdampak luas pada sektor sosial dan ekonomi warga.
“Ulang tahun ini kita ingin sungai yang hidup. Karena lingkungan sungai yang rusak, pangan tercemar, masyarakat terganggu dan menimbulkan konflik secara sosial,” katanya saat peringatan ulang tahun, Rabu 920/5/2026) lalu.
Baca juga: Harga Solar Meroket, Ribuan Nelayan Pati Terpaksa Berhenti Melaut
Pembangunan Bendung Karet Dianggap Ironi
Jampisawan menyoroti kebijakan pengelolaan di Sungai Juwana yang selama ini dinilai justru menimbulkan persoalan baru di lapangan. Salah satu proyek infrastruktur yang dikritik keras adalah pembangunan Bendungan Karet di Desa Bungasrejo, Kecamatan Juwana. Menurutnya, pembangunan yang salah arah tersebut dapat memicu masalah sosial baru di tengah masyarakat.
“Terkait bendung karet merupakan suatu ironi. Pemerintah ingin membuat solusi tapi malah menimbulkan masalah yang baru,” ucap Ari Subekti.
Ia memaparkan, ada banyak dampak negatif yang kini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar akibat keberadaan pembangunan Bendung Karet tersebut. Dampak itu mulai dari terganggunya aktivitas nelayan hingga mempercepat laju pendangkalan arus sungai.
“Tidak pernah mensosialisasikan fungsi dan jadwal buka tutup. Akibatnya nelayan tidak melaut, ikan sapu-sapu merajalela, normalisasi menjadi hal yang sia-sia karena sedimentasi. Contohnya dalam dua tahun ini pendangkalan lebih parah sebelum di normalisasi,” tegasnya.
Baca juga: Kerap Lampaui Target, Dishub Pati Usulkan Retribusi Parkir Naik Jadi Rp700 Juta
Desak Pemerintah Libatkan Partisipasi Masyarakat
Melihat rentetan persoalan tersebut, Ari Subekti meminta pihak pemerintah untuk lebih aktif melibatkan elemen masyarakat lokal dalam setiap proses perumusan dan pembuatan kebijakan di sepanjang aliran Sungai Juwana. Langkah partisipatif ini dinilai penting agar pengambil kebijakan benar-benar mengerti persoalan riil yang dihadapi warga.
“Kami berharap proyek-proyek di sungai melibatkan partisipasi masyarakat sebelum memutuskan membuat kebijakan di sungai Juwana,” sebutnya.
Ke depan, Jampisawan berkomitmen akan terus konsisten menyuarakan persoalan kelestarian lingkungan di sekitar ekosistem Sungai Juwana demi keberlangsungan hidup masyarakat yang menggantungkan hidup di sana.
“Di ulang tahun ini Jampisawan tetap fokus menyoal isu lingkungan sungai Juwana. Karena kebijakan yang dibuat pemerintah tidak ada yang pro sungai Juwana dan masyarakat yang tinggal di pinggir sungai Juwana,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin














