LINIKATA.COM, KUDUS – Jajaran Polsek Dawe bersama Tim Resmob Satreskrim Polres Kudus mengamankan empat orang remaja yang tertangkap basah berkonvoi menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam (sajam) di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Aksi meresahkan tersebut terjadi pada Minggu (2/8/2026) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB, di Jalan Raya Turut, Dukuh Dopang, Desa Rejosari. Aksi kelompok bermotor ini sempat terekam kamera warga dan beredar luas di media sosial.
Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kapolsek Dawe AKP Jajang Wiwoko mengungkapkan, pihaknya bergerak cepat melakukan penyelidikan gabungan usai menerima laporan masyarakat terkait video viral tersebut.
“Hasil penyelidikan bersama Tim Resmob Satreskrim Polres Kudus membuahkan hasil. Kami berhasil mengidentifikasi sekaligus mengamankan empat remaja yang diduga kuat terlibat dalam aksi konvoi itu,” ujar AKP Jajang, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Rencana Tawuran Bocor, Gangster di Pati Kocar-kacir Digerebek Polisi!
Keempat remaja yang berhasil diamankan masing-masing berinisial AWH (15), MAL (16), MFRP (15), dan MCAB (16). Seluruhnya merupakan warga Kecamatan Dawe, Kudus.
Dari pemeriksaan awal, rombongan remaja ini sengaja berkonvoi menenteng senjata tajam dengan rencana awal untuk melancarkan aksi tawuran menghadapi kelompok lain.
Selain mengamankan para pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa satu bilah pedang berwarna silver sepanjang kurang lebih 90 sentimeter dengan gagang terbuat dari kayu hitam.
Penanganan Kasus Anak Bawah Umur dan Imbauan Kepolisian
Mengingat para pelaku masih di bawah umur, AKP Jajang menegaskan bahwa proses penanganan hukum berjalan dengan tetap memperhatikan ketentuan perlindungan anak. Pemeriksaan dilakukan dengan menghadirkan pendampingan orang tua serta menggandeng instansi terkait.
“Kami mengedepankan pendekatan pembinaan dan perlindungan anak, namun proses hukum tetap berjalan sesuai aturan. Kami juga berkoordinasi dengan pihak keluarga, tokoh masyarakat, serta instansi terkait guna mencegah peristiwa serupa terulang,” tegasnya.
Baca juga: Tawuran Pelajar Pecah di Dawe, Polisi Perketat Pengawasan Sekolah
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Polsek Dawe semakin menggencarkan upaya pencegahan melalui edukasi dan pembinaan langsung kepada para remaja di tengah masyarakat.
Pihaknya turut menyampaikan imbauan keras kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anak, khususnya saat malam hingga dini hari. Peran aktif keluarga dinilai menjadi benteng utama pencegahan kenakalan remaja.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Segera laporkan kepada kepolisian terdekat jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan,” pungkasnya. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














