LINIKATA.COM, KUDUS – Aksi tawuran antar-pelajar nyaris meluas di wilayah Kecamatan Dawe pada Senin (4/5/2026) siang. Insiden yang melibatkan siswa dari SMK NU Ma’arif 2, SMK Nusantara, dan SMKN 2 Kudus tersebut, dipicu oleh aksi saling tantang dan provokasi di media sosial (Medsos) sebelumnya.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, mengonfirmasi bahwa kejadian bermula dari provokasi di jagat maya. Massa pelajar dari SMK Ma’arif dan SMK Nusantara mendatangi SMKN 2 Kudus secara spontan, hingga sempat terjadi bentrokan fisik antar kedua kelompok pelajar tersebut.
“Beruntung, berkat kesigapan personel Polsek Dawe dibantu warga sekitar, aksi tersebut segera dilerai, sehingga tidak berkembang lebih jauh,” ujar AKBP Heru saat ditemui di Mapolsek Dawe, Senin sore.
Dampak Bentrokan: Satu Siswa Luka dan Motor Rusak
Lebih lanjut Heru menjelaskan, atas peristiwa bentrokan tersebut, pihak kepolisian mengamankan dua unit sepeda motor yang mengalami kerusakan pada bagian spion dan lampu sein. Selain itu, dilaporkan satu orang siswa mengalami luka lecet dan telah menjalani visum di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
Hingga saat ini, tim penyidik Polsek Dawe telah memeriksa empat orang siswa untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Tim Polres Kudus juga masih melakukan penyisiran dan penelusuran di lapangan guna memastikan situasi tetap kondusif.
Rakor Darurat dan Antisipasi Aksi Balasan
Sebagai upaya mencegah aksi balasan, Polres Kudus langsung menggelar rapat koordinasi (rakor) darurat. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan tiga sekolah terkait, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Pati, Koramil, serta jajaran kecamatan.
“Seluruh pihak telah bersepakat untuk menjaga persatuan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali. Kami tidak akan menoleransi kejadian yang mengganggu ketertiban umum,” tegas Heru.
Pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya. Mengingat saat ini merupakan masa krusial bagi pelajar, orang tua diminta memastikan anak-anak tetap berada di rumah bersama keluarga sembari menunggu pengumuman hasil kelulusan atau agenda sekolah lainnya.
“Kami minta wali murid memberikan pengertian agar anak-anak tidak mudah terprovokasi. Mari kita jaga situasi Kudus agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin















