LINIKATA.COM, PATI – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsop3akb) Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh kasus dugaan perundungan (bullying) yang menimpa salah satu siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pati.
Dinsos memastikan akan memberikan pendampingan psikologis maupun hukum kepada korban secara berkelanjutan, bahkan hingga keluar putusan berkekuatan hukum tetap dari pengadilan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Dinsop3akb Kabupaten Pati, Hartono, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang menjadwalkan agenda pendampingan psikologis awal yang disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan waktu korban.
“Nanti mungkin minggu-minggu ini atau minggu depan kita sesuaikan dengan waktunya dari korban, kita akan melakukan pendampingan psikologis awal,” ujar Hartono saat ditemui di kantor Dinsop3akb Pati, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Dampingi Korban, Astuti Foundation Harap Polisi Usut Tuntas Dugaan Perundungan di Pati
Pendampingan Berkelanjutan Hingga Pasca Putusan
Hartono menegaskan, proses pengawalan oleh UPTD PPA tidak hanya berhenti pada tahap pemeriksaan awal, melainkan terus berjalan berdampingan dengan proses hukum yang sedang bergulir.
“Pendampingan itu kita lakukan sampai kasus ini selesai dan korban ini benar-benar bisa mandiri. Kalau memang prosesnya sampai putusan pengadilan, kita akan memantau dan mendampingi hingga tiga bulan pasca putusan,” tegasnya.
Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat dampak fisik berat yang dialami korban, yakni terputusnya dua jari tangan kiri, yang memicu trauma psikologis mendalam. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan khusus dari tim ahli dan Pekerja Sosial (Peksos).
“Korban tentu memerlukan pendampingan intensif dari sisi psikologis serta intervensi dari Pekerja Sosial,” tambahnya.
Baca juga: Korban Dugaan Perundungan di Pati Trauma, Takut Lewat Sekolah dan Lihat Guru
Telah Lakukan Asesmen Awal Bersama Lembaga Mitra
Sebagai langkah cepat penanganan awal, UPTD PPA Dinsop3akb Pati telah menerjunkan tim ke lapangan untuk menggali informasi serta melihat kondisi terkini korban.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi bersama lembaga perlindungan anak, Astuti Foundation, pada Senin (3/8/2026).
“Hari Senin kemarin tim dari UPTD bersama Astuti Foundation sudah meluncur ke lokasi. Mereka telah melakukan proses asesmen awal terhadap kasus dan kondisi korban,” pungkas Hartono. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














