LINIKATA.COM, PATI – Empat orang yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Batangan, Minggu (5/7/2026) pukul 23.00 WIB. Saat ini, pihak kepolisian masih memburu pelaku lain terutama yang terekam dalam kamera CCTV warga.
Kapolsek Batangan, AKP M. Setiawan, mengatakan, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap peran masing-masing dalam aksi penyerangan yang sempat viral di media sosial itu.
“Empat orang sudah kami amankan setelah menyerahkan diri. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap pelaku lainnya yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan,” ujar AKP M. Setiawan.
Polisi juga masih menganalisa rekaman CCTV dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengidentifikasi para pelaku lain yang belum tertangkap. Aparat memastikan proses hukum akan terus berjalan hingga seluruh pelaku berhasil diamankan.
Baca juga: Brutal! Puluhan Pemuda Serang Ketitangwetan Pati, 4 Warga Luka
Sementara itu, Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, mengapresiasi langkah cepat jajaran kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut. Meski demikian, ia berharap proses penyelidikan tidak berhenti pada empat orang yang telah diamankan.
Menurut Ali, berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, jumlah pelaku yang memasuki desa mencapai puluhan orang. Mereka datang secara bergerombol dan melakukan penyerangan terhadap warga. Dalam rekaman tersebut juga terlihat bahwa pelaku tidak hanya terdiri dari remaja, tetapi juga terdapat sejumlah orang dewasa.
Baca juga: Polisi Bubarkan Balap Liar yang Bikin Macet JLS Pati, Diduga Jadi Ajang Taruhan
“Kami mengapresiasi kinerja kepolisian yang bergerak cepat. Namun kami berharap seluruh pelaku yang terlihat dalam rekaman CCTV dapat segera ditangkap agar kasus ini benar-benar tuntas dan masyarakat kembali merasa aman,” kata Ali.
Sebelumnya, aksi penyerangan yang diduga dilakukan warga Klayusiwalan pada Jumat (3/7/2026) tersebut mengakibatkan empat warga mengalami luka-luka. Salah seorang korban bahkan sempat mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan akibat luka yang dideritanya. (LK3)
Editor: Ahmad Muhlisin















