LINIKATA.COM, PATI – Puluhan pemuda yang diduga berasal dari Desa Klayusiwalan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, menyerang warga Desa Ketitangwetan, Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Akibat serangan itu, empat orang mengalami luka-luka dan sejumlah sepeda motor rusak.
Peristiwa brutal itu terekam CCTV warga setempat dan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sekelompok pemuda memasuki permukiman warga dengan membawa kayu, senjata tajam, dan batu. Mereka kemudian merusak kendaraan bermotor serta menyerang warga yang berada di lokasi secara membabi buta.
Salah seorang korban, Nur Dwi Lestari, mengaku kaget karena tiba-tiba ada keramaian di depan rumahnya. Dia melihat ada puluhan pemuda yang secara membabi buta menyerang permukiman warga. Mereka melempari rumah warga dengan batu sambil berteriak-teriak dan merekam aksi tersebut.
“Warga kaget, kok ada ramai-ramai. (Saya melihat) pada berterbangan, kayak batu bata. Ngelemparin rumah, motor sambil direkam,” ungkapnya saat ditemui, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga: Polisi Bubarkan Balap Liar yang Bikin Macet JLS Pati, Diduga Jadi Ajang Taruhan
Keluarganya yang kaget dengan kejadian tersebut, kemudian bergegas melindungi berbagai kendaraan bermotor yang terparkir di depan rumah. Saat itu, Nur hanya melihat terduga warga Desa Klayusiwalan. Dia tak melihat warga desa setempat yang terlibat pertikaian.
“Masa kan sampai sini depan rumah saya. Saya kan lari. Trus adik saya ngelindungi mobil, truk dan lima motor di depan rumah. Kan mau dihancurin,” katanya.
Namun nahas, dia dan adiknya justru jadi korban kekerasan. Akibat kejadian itu, Nur mengalami luka cakar, serta memar dan bengkak pada bagian mulut.
“Langsung dikeroyok adik saya, gak tau masalahnya apa. Adik saya dilemparin, dipukulin. Saya dikeroyok juga. Pas belain adik saya, saya Ikut dikeroyok juga,” ungkapnya.
Satu Korban Alami Luka Serius di Kepala
Sementara itu, Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, menambahkan, dari empat korban luka, tiga mengalami luka memar, sedangkan satu korban bernama Alif mengalami luka serius di kepala dan harus menjalani perawatan di puskesmas.
“Kalau luka-luka serius ada satu orang, yang kena empat orang. Yang satu ada jahitan di kepala,” beber dia.
Ali menduga penyerangan itu terjadi setelah mereka menonton dangdut di desa tetangga. Entah apa masalahnya, setelah nonton dangdut, puluhan pemuda itu malah menyerang desanya.
“Tadi malam ada orkes dangdut di desa sebelah. Terus tiba-tiba (terduga) warga Klayusiwalan datang masuk ke desa. Entah apa masalahnya,” katanya.
Tak hanya kali ini saja, menurutnya, penyerangan itu sudah sering terjadi jika ada keramaian seperti orkes dangdut. Dalam berbagai aksi tersebut, warganya sering jadi korban.
“Itu sering terjadi setiap ada keramaian, entah itu dangdutan. Selalu terjadi kejadian warga kami yang lewat Itu dilempari. Sudah berulang kali,” beber Ali.
Maka dari itu, Ali berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Apalagi, barang bukti berupa batu untuk melempari warga hingga sepeda motor yang rusak sudah jelas, termasuk rekaman CCTV.
“Harapannya, ini negara hukum. Barang bukti sudah jelas, pantauan CCTV sudah jelas, biar ke depan tidak terulang lagi,” harapnya.
Baca juga: Kabar Baik, BLT Cukai Pati Senilai Rp2,5 M Segera Cair Juli Ini
Polsek Batangan Lakukan Olah TKP dan Periksa Saksi
Terpisah, Kapolsek Batangan, AKP Muhammad Iwan Setiawan, menjelaskan, pihaknya sudah bergerak cepat menyelidiki kasus penyerangan tersebut. Saat ini pihak kepolisian sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi dan akan melakukan visum pada korban luka.
“Sudah (olah TKP), baru examination saksi-saksi dan pengiriman permintaan surat keterangan visum ke Puskesmas,” jawabnya lewat pesan singkat. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














