LINIKATA.COM, JAKARTA – Tantangan pemenuhan ketersediaan guru yang berkualitas dan merata di Indonesia kian mendesak. Kondisi krisis tenaga pendidik ini menuntut adanya langkah nyata, menyeluruh, dan segera dari seluruh pemangku kepentingan demi menyelamatkan mutu pendidikan nasional.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh hanya dipandang sebelah mata sebagai masalah administratif belaka. Menurutnya, pembiaran terhadap minimnya jumlah guru di berbagai daerah akan berdampak sistemik pada ketidakpastian masa depan generasi penerus bangsa.
“Kekurangan guru di sejumlah daerah bisa berdampak pada ketidakpastian masa depan bangsa. Sejumlah langkah nyata harus segera dilakukan untuk menjawab tantangan itu,” tegas Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/6/2026).
Pernyataan keras ini bergulir merespons data mencengangkan yang diungkap oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, baru-baru ini. Dalam agenda dinas di Lampung pekan lalu, Fajar membeberkan bahwa Indonesia saat ini masih mengalami defisit atau kekurangan hingga lebih dari 561 ribu guru.
Baca juga: Lestari Moerdijat Ingatkan Ancaman Krisis Iklim di Kudus, Ajak Jaga Lereng Muria
Ancaman Defisit 900 Ribu Guru di Tahun 2030
Angka kelangkaan guru tersebut diproyeksikan akan semakin membengkak dan mengkhawatirkan dalam beberapa tahun ke depan. Jumlah defisit diperkirakan melonjak tajam hingga menyentuh angka 900 ribu guru pada tahun 2030 mendatang, seiring dengan masifnya gelombang guru dan kepala sekolah yang memasuki masa pensiun.
Melihat potret buram tersebut, perempuan yang akrab disapa Rerie ini mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk segera merealisasikan perencanaan kebutuhan guru secara terintegrasi dan berjangka panjang.
“Pemerintah harus mampu menyusun peta jalan (roadmap) kebutuhan guru berskala nasional yang serius, mencakup distribusi tenaga pendidik, sistem rekrutmen yang adil, perlindungan profesi, hingga kesejahteraan yang layak,” papar Rerie yang juga duduk sebagai Anggota Komisi X DPR RI tersebut.
Baca juga: Sentil Polarisasi di Dunia Maya, Lestari Moerdijat Desak Perkuat Pendidikan Karakter Pancasila
Desak Kemendikdasmen Buat Desain Besar dan Redistribusi Nasional
Lebih lanjut, legislator dari Partai NasDem ini menekankan bahwa desain besar yang disiapkan oleh kementerian harus mengawal ketat seluruh tahapan kebirokrasi guru, mulai dari hulu hingga hilir—sejak masa pendidikan calon guru hingga pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.
Langkah taktis yang tidak kalah krusial adalah melakukan redistribusi guru secara nasional secara cepat dan akurat. Kebijakan ini dinilai menjadi kunci utama untuk memutus ketimpangan kualitas pendidikan di daerah-daerah pelosok yang selama ini paling menderita akibat kekurangan guru.
Rerie mengingatkan bahwa investasi pada guru adalah investasi pada masa depan Indonesia. Tanpa adanya jaminan kesejahteraan dan pemerataan tenaga pengajar, cita-cita mencetak generasi emas yang berdaya saing global hanya akan menjadi komoditas politik tanpa realisasi.
“Bangsa yang besar tidak mungkin dibangun dengan mengabaikan para guru. Di tangan para guru diharapkan mampu lahir generasi penerus yang berdaya saing dan menentukan arah masa depan Indonesia,” pungkas Rerie. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















