LINIKATA.COM, REMBANG – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara daring (online) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Rembang resmi dimulai pada Senin (8/6/2026). Di hari pertama ini, proses pendaftaran dilaporkan berjalan aman dan lancar berkat kesiapan matang dari pihak sekolah serta calon pendaftar di Kabupaten Rembang.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Ngadiyono, menyampaikan bahwa kelancaran ini tidak lepas dari berbagai langkah antisipasi. Salah satunya adalah penyediaan posko khusus di setiap sekolah untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis.
“Kami melakukan pantauan langsung di SMP Negeri 1 Lasem dan SMP Negeri 2 Rembang. Pihak sekolah telah membentuk posko SPMB untuk memudahkan para pendaftar yang membutuhkan bantuan saat melakukan proses online,” ujar Ngadiyono, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online
Data Pendaftar Hari Pertama di Sejumlah Sekolah Sampel
Berdasarkan data pada situs resmi SPMB Kabupaten Rembang yang bergerak secara real-time, antusiasme pendaftar di dua sekolah sampel pantauan terlihat cukup tinggi. Di SMP Negeri 1 Lasem tercatat ada 153 pendaftar dari jalur domisili (zonasi), 65 pendaftar jalur prestasi, 28 pendaftar jalur afirmasi, dan 0 pendaftar jalur mutasi (perpindahan orang tua). Sementara di SMP Negeri 2 Rembang, tercatat ada 238 pendaftar jalur domisili (zonasi), 123 pendaftar jalur prestasi, 34 pendaftar jalur afirmasi, dan 6 pendaftar jalur mutasi.
Ngadiyono menambahkan, seluruh berkas dari calon siswa yang telah berhasil melakukan pendaftaran secara mandiri akan langsung diverifikasi oleh panitia dari sekolah yang bersangkutan di Kabupaten Rembang.
Baca juga: SPMB Rembang 2026: Sekolah Wajib Umumkan Kuota dan Bebas Pungli
Orang Tua Diimbau Pantau Jurnal dari Rumah Secara Real-Time
With sistem baru ini, Dindikpora Rembang mengimbau para orang tua murid agar tidak perlu berbondong-bondong datang ke sekolah hanya untuk melihat status kelulusan atau peringkat anaknya. Semua pergerakan posisi bisa dipantau langsung dari gawai atau komputer di rumah masing-masing. Melalui pantauan real-time tersebut, orang tua bisa langsung mengakses web resmi untuk melihat peringkat anak.
“Orang tua bisa melihat web yang ada untuk memantau peringkat anaknya secara real-time. Apakah posisinya aman atau tidak,” jelas Ngadiyono. (Adv)
Editor: Ahmad Muhlisin















