LINIKATA.COM, GROBOGAN – Gerakan warga bantu warga melalui Kotak Infak Nahdlatul Ulama (Koin NU) di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, tembus Rp100 juta dalam 5 bulan. Dana sosial umat tersebut langsung disalurkan kembali untuk program kesejahteraan masyarakat setempat.
Sejak diluncurkan awal tahun ini, program Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tanggungharjo ini mendapat sambutan yang bagus dari warga setempat. Bahkan, kini sudah ada sekitar 1.300 Kepala Keluarga (KK) yang ikut serta dalam program ini.
Data Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) PRNU Tanggungharjo menyebutkan, pada Januari 2026 dana yang terkumpul sebesar Rp11.144.334. Angka ini meningkat pada Februari yang mencapai Rp17.724.334, dan kembali naik pada Maret dengan perolehan Rp22.845.600.
Tak berhenti di situ, pada April juga ada peningkatan menjadi Rp22.930.066, dan puncaknya pada Mei yang meroket hingga Rp25.445.600. Sehingga, total dana umat yang terkumpul dalam lima bulan mencapai Rp100.089.934.
Baca juga: Lewat Koin NU, Warga Tanggungharjo Grobogan Kini Bisa Sedekah Lewat HP
Ketua Tanfidziyah PRNU Tanggungharjo, Joko Santoso, menuturkan bahwa kunci utama dari lonjakan perolehan ini adalah keseriusan dan profesionalitas dalam tata kelola manajemen program. Pengurus berkomitmen untuk mengakomodir setiap usulan dan aspirasi masyarakat agar warga merasa memiliki andil besar.
“Kami para pengurus Ranting NU sangat serius dalam pengelolaan. Pengurus sangat mengakomodir setiap usulan-usulan masyarakat, agar masyarakat ikut berperan aktif dan memiliki trust (kepercayaan) kepada pengurus NU,” ujar Joko Santoso dalam rilisnya, Minggu (7/6/2026)
Berbasis Digital, Warga Bisa Pantau Real-Time
Wakil Ketua Bidang Kemasyarakatan PRNU Tanggungharjo, Arif Afandi, menambahkan bahwa transparansi menjadi pilar utama yang membuat warga tidak ragu menyisihkan rezekinya. Aliran dana masuk maupun pentasyarufan (penyaluran) bansos dapat dipantau langsung oleh khalayak umum secara real-time dan online melalui situs resmi organisasi di laman https://nurantingtanggungharjo.com/coin/.
“Inilah yang menjadikan masyarakat percaya kepada para pengurus NU, terutama UPZIS, sehingga seperti sekarang ini perolehan koin di Bulan Mei saja bisa mencapai Rp25 juta lebih,” beber Arif Afandi.
Baca juga: Berkat Koin NU, Warga Tanggungharjo Grobogan Dapat Subsidi saat Berobat
Prinsip Saldo Nol Rupiah: Dana Harus Langsung Habis untuk Umat
Ketua Syuriah NU Ranting Tanggungharjo, Syihabul Millah, menjelaskan, fokus program jaminan sosial yang dijalankan oleh UPZIS NU Tanggungharjo ini menyentuh sektor dasar kebutuhan umat. Beberapa program unggulan yang rutin bergulir di antaranya adalah subsidi biaya kesehatan dan khitan, santunan kematian, bantuan duafa, hingga beasiswa untuk anak-anak yatim.
“Yang paling dirasa masyarakat adalah untuk duafa dan yatim piatu. Itu rutin tiap bulan dalam bentuk uang,” beber pria yang akrab dipanggil Gus Syihab itu.
Menurutnya, NU tingkat ranting harus memiliki wawasan yang lebih terbuka, moderat, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi guna membangun akuntabilitas publik.
Yang tak kalah penting, program ini juga wajib mempertahankan Saldo Nol Rupiah di akhir periode program. Artinya, uang yang terkumpul tidak boleh mengendap di rekening, melainkan harus langsung habis dialokasikan untuk membiayai program umat.
“Yang paling penting, saldo hasil koin harus nol rupiah agar semua program berjalan (tersalurkan). Sehingga hasilnya hari ini kotak infak NU Ranting Tanggungharjo bisa memperoleh hasil masif,” tutup Gus Syihab. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















