LINIKATA.COM, KUDUS – Jalur Pantura Kudus-Pati, tepatnya di wilayah Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, sempat macet parah akibat banjir, Minggu (12/4/2026) sore. Genangan air setinggi 50 sentimeter yang disertai arus deras mengakibatkan antrean kendaraan mengular panjang serta membuat sejumlah kendaraan mogok.
Dampak Luapan Sungai dari Perbukitan Patiayam
Banjir yang dipicu curah hujan tinggi di kawasan hulu Perbukitan Patiayam ini menyebabkan air meluap hingga ke jalan nasional. Selain kedalaman air, gelombang yang timbul saat kendaraan besar melintas turut menyulitkan para pengguna jalan.
Banyak pengendara mobil dan motor yang nekat menerjang genangan akhirnya harus mengalami kendala mesin di tengah jalan. Kondisi ini menyebabkan kemacetan panjang terjadi dari kedua arah, baik yang menuju ke arah Kabupaten Pati maupun arah Semarang.
Baca juga: Sampah di Gondoharum Kudus Menggunung, Kades Sebut Terkendala Dana
Jeki, seorang sopir truk tujuan Surabaya, mengaku terjebak lebih dari satu jam di titik tersebut. Dia pasrah, ongkos akan membengkak karena penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) pasti tinggi.
“Dari lampu merah sana sampai sini belum keluar juga. Macet parah karena banjir. Kalau sudah begini, ongkos BBM pasti membengkak karena mesin terus menyala dalam kondisi diam,” keluh Jeki saat ditemui di lokasi.
Titik Banjir di Desa Terban dan Desa Klaling Kudus
KBO Satlantas Polres Kudus, Iptu Zubaidi, menuturkan bahwa genangan banjir terkonsentrasi di dua lokasi utama, yaitu di wilayah Desa Terban (sekitar PT Pura Terban) dan wilayah Desa Klaling (sekitar SPBU Klaling), Kecamatan Jekulo.
“Kami telah menyiagakan personel di berbagai titik untuk mengurai kepadatan dan membantu pengendara yang kendaraannya mogok. Kami juga mengarahkan pengguna jalan ke jalur alternatif guna meminimalkan hambatan,” jelas Iptu Zubaidi.
Baca juga: Harga Pupuk dan Pestisida di Pati Melejit, Petani Kelimpungan!
Penanganan BPBD Kudus dan Pembersihan Lumpur
Selain merendam jalan nasional di Jalur Pantura, banjir ini juga dilaporkan masuk ke permukiman warga dan ruas jalan desa di wilayah Jekulo. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus saat ini masih melakukan asesmen terkait dampak kerusakan dan jumlah warga yang terdampak.
Hingga Minggu petang, air mulai berangsur surut. Petugas gabungan dari Kepolisian, BPBD Kudus, Damkar, Satpol PP, hingga satuan Dalmas mulai bergerak membersihkan sisa-sisa lumpur di permukaan jalan menggunakan semprotan air agar jalur utama Kudus-Pati kembali aman dilalui kendaraan. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin















