• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Lestari Moerdijat: Kasus Campak Harus Jadi Alarm Pola Hidup Sehat Masyarakat

Redaksi by Redaksi
April 9, 2026
in Regional
0
Lestari Moerdijat: LKP Jadi Solusi Strategis Tingkatkan Kualitas SDM dan Atasi Putus Sekolah

Wakil Ketua MPR Ri Lestari Moerdijat berdialog dengan Pengurus Forum Pengelola LKP Kabupaten Jepara, Kamis (26/2/2026). Foto: Istimewa

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, menyebut, merebaknya kasus campak harus menjadi alarm bagi masyarakat untuk segera membangun kesadaran kolektif mewujudkan pola hidup sehat mulai dari lingkup keluarga. Hal ia tegaskan saat membuka diskusi daring bertema Bahaya Penyakit Campak di Indonesia dan Upaya Penanggulangannya yang digelar Forum Diskusi Denpasar12, Rabu (8/4/2026).

“Merebaknya kasus campak sejak awal tahun ini harus menjadi momentum bagi kita untuk membangun kesadaran bersama dalam merealisasikan pola hidup sehat masyarakat Indonesia,” katanya.

Diskusi yang dimoderatori Eva Kusuma Sundari (Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI) itu, menghadirkan Felly Estelita Runtuwene (Ketua Komisi IX DPR RI), Siti Nadia Tarmizi (Direktur Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI), Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama (Direktur Pascasarjana Universitas YARSI – Direktur World Health Organization South East Asia Regional Office/WHO SEARO periode 2018-2020), dan Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) (Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia /IDAI) sebagai narasumber.

Baca juga: 3 Kabupaten di Jateng KLB Campak Termasuk Pati, 20 Warga Positif

Menurut Lestari, upaya membangun pola hidup sehat masyarakat merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan bagi setiap warga negara melalui aspek yang mendasar, seperti kesehatan.

Catatan Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, saat ini terjadi herd immunity (<95%) atau penurunan kekebalan tubuh yang memicu peningkatan kasus campak secara drastis.

Hal itu, tambah Lestari, antara lain disebabkan penurunan cakupan imunisasi Campak-Rubella (MR) di Indonesia yang dipicu sejumlah penyebab antara lain misinformasi/hoaks antivaksin, gangguan layanan selama pandemi COVID-19, dan rendahnya penerimaan masyarakat.

Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa keseluruhan data tersebut harus mampu dimanfaatkan sebagai dasar untuk menentukan perbaikan arah kebijakan terkait upaya pencegahan sejumlah penyakit dan memperkuat kapasitas sistem kesehatan nasional.

“Kesadaran kolektif untuk hidup sehat harus konsisten dibangun mulai dari lingkup keluarga dalam memperkuat sistem kesehatan nasional,” ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong agar para pemangku kepentingan mampu membenahi sistem kesehatan nasional secara fundamental, agar aspek perlindungan melalui pemenuhan hak kesehatan setiap warga negara dapat benar-benar direalisasikan.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki sistem monitoring kewaspadaan dini terhadap penyebaran suatu penyakit.

Menurut Siti, sebenarnya peningkatan kasus campak dan suspek campak sudah mulai terlihat sejak akhir 2025 dan mencapai catatan tertinggi pada pekan pertama 2026, dengan suspek campak 2.932 dan 2.220 kasus campak yang terkonfirmasi secara klinis.

Kasus campak, jelas Siti, baru menunjukkan penurunan kasus campak pada pekan kedua Maret 2026.

Siti mengungkapkan, sejumlah provinsi di tanah air yang mengalami peningkatan kasus campak tercatat memiliki capaian imunisasi campak yang rendah.

Baca juga: Pati KLB Campak, Komisi D DPRD Pati: Perlu Penanganan Khusus dari Dinkes

Sejumlah upaya untuk mengatasi kondisi itu, jelas Siti, antara lain outbreak response immunization dengan pemberian imunisasi tambahan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Selain itu, tambah dia, juga dilakukan pemberian imunisasi untuk melengkapi status imunisasi pada bayi dan balita.

Untuk mencegah paparan penyakit campak pada tenaga medis, jelas Siti, Kementerian Kesehatan juga telah menerbitkan Surat Kewaspadaan Terhadap Penyakit Campak bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan nomor HK. 02.02/C/1602/2026, sebagai acuan kewaspadaan bagi seluruh fasilitas layanan kesehatan.

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan permasalahan campak mengemuka di tanah air karena terjadi peningkatan kasus, ada dokter yang meninggal akibat campak, dan ada laporan kasus campak di Australia yang datang dari orang dari Jakarta.

Sejatinya, ujar Tjandra, campak bukan penyakit baru. Wabah campak, tambah dia, masuk 10 wabah penyakit yang terjadi pada abad ke-9 SM.

Namun, jelas Tjandra, dalam 25 tahun terakhir ini terbukti bahwa dengan vaksinasi campak yang baik dapat menyelamatkan 57 juta penduduk dari kematian.

“Dampak vaksinasi terhadap penurunan penularan kasus campak sangat besar,” tegas Tjandra.

Tjandra menyarankan, untuk menekan angka kasus campak saat ini perlu peningkatan pemberian vaksinasi campak pada orang dewasa, selain vaksinasi terhadap anak dan balita yang sudah terjadwal.

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mengungkapkan, saat ini kita menghadapi kasus campak yang signifikan dengan kejadian luar biasa yang tersebar di sejumlah daerah.

Upaya imunisasi, jelas Felly, merupakan program wajib dari pemerintah pusat yang pelaksanaannya oleh pemerintah daerah.

Kondisi saat ini, ujar Felly, harus menjadi perhatian serius secara bersama, mengingat campak merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Felly berharap, sejumlah program imunisasi dan pencegahan yang telah direncanakan dapat direalisasikan dengan sebaik-baiknya bagi setiap warga negara.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso berpendapat, sudah saatnya kita memperkuat layanan kesehatan primer dalam bentuk upaya promotif preventif seperti cakupan imunisasi.

Karena, jelas Piprim, ketika negara bergeser fokus ke upaya kuratif dalam menghadapi wabah kedodoran, karena layanan kesehatan primernya lemah.

Baca juga: Waspada! 20 Warga Pati Terjangkit Chikungunya, Tersebar di 4 Kecamatan

Menurut Piprim, kehadiran posyandu merupakan dasar yang kuat bagi layanan promotif dan preventif yang diperlukan.

Wartawan senior Usman Kansong mengungkapkan, saat ini di media sosial beredar pernyataan seorang dokter yang secara terbuka mengampanyekan antivaksin, dengan menyebutkan berbagai efek samping dari vaksinasi.

Menurut Usman, hal itu dapat menjadi penghambat upaya mengatasi kasus campak yang sejatinya efektif dicegah melalui vaksinasi.

Usman berpendapat, disinformasi terkait vaksinasi itu harus segera diimbangi dengan peningkatan edukasi masyarakat melalui sosialisasi yang benar, bahwa vaksinasi atau imunisasi sangat penting untuk mencegah masyarakat terpapar campak yang mewabah di sejumlah daerah. (LK1)

Editor: Ahmad Muhlisin 

Tags: CampakLestari Moerdijat
Previous Post

Bupati Kudus Buka Orientasi PPPK, Perkuat Kompetensi dan Integritas ASN

Next Post

Geruduk Dispertan Pati, Petani: Pupuknya Cuma 20%, Sisanya Pakai Doa Saja

Redaksi

Redaksi

Next Post
Geruduk Dispertan Pati, Petani: Pupuknya Cuma 20%, Sisanya Pakai Doa Saja

Geruduk Dispertan Pati, Petani: Pupuknya Cuma 20%, Sisanya Pakai Doa Saja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

SELAMAT IDUL FITRI

Stay Connected

  • 100 Fans
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

Puluhan Pemuda Desa Raci Pati Serang Ketitangwetan, Empat Warga Luka-Luka

September 7, 2025
Plt Bupati Pati dan Baznas Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Degan Winong

Plt Bupati Pati dan Baznas Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Degan Winong

Maret 27, 2026
Teken Pakta Integritas di Depan Gubernur Jateng, Chandra Tegaskan Pati Bebas KKN

Teken Pakta Integritas di Depan Gubernur Jateng, Chandra Tegaskan Pati Bebas KKN

April 2, 2026
Hadiri Sedekah Laut di Juwana, Plt Bupati Pati: Semoga Hasil Melimpah, Harga Bagus

Hadiri Sedekah Laut di Juwana, Plt Bupati Pati: Semoga Hasil Melimpah, Harga Bagus

Maret 29, 2026
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
Miris! Kawasan Kars Kendeng Menyusut 4 Ribu Ha, Gunretno: Tak Sebanding PAD Tambang

Miris! Kawasan Kars Kendeng Menyusut 4 Ribu Ha, Gunretno: Tak Sebanding PAD Tambang

April 14, 2026
Pemkab Kudus Borong Tiga Penghargaan Top BUMD Awards 2026

Pemkab Kudus Borong Tiga Penghargaan Top BUMD Awards 2026

April 14, 2026
Gawat! 31 Kepala Sekolah di Pati Terancam Dicopot, Ada Apa?

Gawat! 31 Kepala Sekolah di Pati Terancam Dicopot, Ada Apa?

April 14, 2026
Plt Bupati Pati Minta Maaf Tak Bisa Perbaiki jalan Rusak Sebelum Lebaran

Waduh! Perbaikan 250 KM Jalan Pati Tunggu Perintah Plt Bupati

April 14, 2026

Recent News

Miris! Kawasan Kars Kendeng Menyusut 4 Ribu Ha, Gunretno: Tak Sebanding PAD Tambang

Miris! Kawasan Kars Kendeng Menyusut 4 Ribu Ha, Gunretno: Tak Sebanding PAD Tambang

April 14, 2026
Pemkab Kudus Borong Tiga Penghargaan Top BUMD Awards 2026

Pemkab Kudus Borong Tiga Penghargaan Top BUMD Awards 2026

April 14, 2026
Gawat! 31 Kepala Sekolah di Pati Terancam Dicopot, Ada Apa?

Gawat! 31 Kepala Sekolah di Pati Terancam Dicopot, Ada Apa?

April 14, 2026
Plt Bupati Pati Minta Maaf Tak Bisa Perbaiki jalan Rusak Sebelum Lebaran

Waduh! Perbaikan 250 KM Jalan Pati Tunggu Perintah Plt Bupati

April 14, 2026
Lini Kata

© 2025 Linikata.com All right reserved

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

© 2025 Linikata.com All right reserved