LINIKATA.COM, DEMAK – Dampak jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak kini mulai dirasakan secara meluas oleh warga di wilayah tetangga. Hingga Selasa (7/4/2026) malam, genangan air dilaporkan mulai mengepung permukiman di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.
Kondisi terparah salah satunya terpantau di Desa Dukun. Akibat debit air yang terus merangkak naik, aktivitas harian masyarakat praktis lumpuh total. Sebagai langkah antisipasi, warga setempat terpaksa menutup akses keluar-masuk kampung guna menghindari risiko keamanan bagi kendaraan yang melintas.
Banjir yang melanda kawasan ini merupakan “kiriman” dari wilayah timur setelah tiga titik tanggul Sungai Tuntang di Kecamatan Guntur jebol pada Jumat (3/4/2026) lalu. Air mulai merayap masuk ke permukiman sejak Minggu (5/4/2026) dan terus mengalami kenaikan signifikan hingga Selasa sore ini.
Baca juga: SDN 1 Ploso Demak Diterjang Banjir, Siswa Terpaksa Mengungsi ke Musala
Letak geografis Kecamatan Karangtengah yang berada di dataran lebih rendah membuat aliran air dari hulu berkumpul di wilayah tersebut. Warga pun mulai sibuk menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian mulai mengungsi ke rumah kerabat, meski tak sedikit yang memilih bertahan di dalam rumah di tengah kepungan air.
Kuwat, salah seorang warga Desa Dukun, menceritakan betapa cepatnya air naik pada hari ini. Menurutnya, pemandangan pagi tadi masih menunjukkan air hanya menggenangi akses jalan desa.
“Tadi pagi masih di jalan, belum masuk rumah. Tapi mulai jam 15.00 WIB sore tadi, air langsung naik dengan cepat dan masuk ke dalam rumah. Semua air dari arah timur larinya ke sini,” ungkap Kuwat dengan nada khawatir.
Baca juga: Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Pasutri di Demak Ini Tetap Teguh Persiapkan Haji
Selain faktor kiriman air, buruknya drainase dituding menjadi penyebab banjir sulit surut. Muklasin, warga lainnya, mengeluhkan saluran pembuangan yang ada saat ini tidak mampu menampung volume air untuk dialirkan menuju sungai besar.
Warga sangat berharap Pemerintah Kabupaten Demak segera turun tangan melakukan langkah darurat, seperti pembuatan sodetan atau penyediaan pompa air berkapasitas besar.
“Saluran pembuangannya kecil sekali di sini. Kami berharap pemerintah melihat langsung kondisi ini. Kasihan warga, kalau tidak ada pompa atau sodetan, banjir ini akan sangat lama surutnya,” keluh Muklasin. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin















