LINIKATA.COM, DEMAK – Meski banjir yang dipicu oleh jebolnya tiga titik tanggul di Kabupaten Demak mulai menunjukkan tren surut, dampaknya masih melumpuhkan aktivitas pendidikan di SDN 1 Ploso. Pada Selasa (7/4/2026), pihak sekolah mulai berjibaku membersihkan sisa-sisa material banjir, sementara para siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar di tempat ibadah.
Genangan air yang semula mencapai ketinggian 60 sentimeter, kini mulai menyusut hingga menyisakan 10 sentimeter di area halaman sekolah. Kondisi ini dimanfaatkan oleh para guru dan staf untuk melakukan aksi bersih-bersih massal.
Kepala SDN 1 Ploso, Rindah, mengungkapkan bahwa selama debit air masih tinggi, siswa sempat diinstruksikan untuk belajar dari rumah.
Baca juga: Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Pasutri di Demak Ini Tetap Teguh Persiapkan Haji
“Saat air naik, kami fokus menyelamatkan inventaris sekolah. Sekarang, kami prioritaskan pembersihan agar KBM bisa segera kembali normal,” ujarnya.
Meski sistem pembelajaran daring masih diberlakukan secara umum, pengecualian dilakukan bagi siswa kelas enam. Mengingat pentingnya agenda Asesmen Akhir Jenjang Sekolah Dasar (AAJSD), mereka tetap harus bertatap muka namun bertempat di musala terdekat dari pemukiman warga.
Salah satu siswi, Isna, mengungkapkan meskipun mereka tetap berusaha fokus, suasana belajar di musala tentu berbeda dengan di sekolah.
“Ya begitulah keadaannya, karena kelas masih banjir mau bagaimana lagi. Tapi kalau ditanya, jujur tetap lebih nyaman belajar di dalam kelas sendiri,” keluhnya.
Baca juga: Memungut Sisa Asa di Balik Lumpur Slondoko: Potret Warga Demak Pasca-Banjir Bandang
Pihak sekolah berharap proses pembersihan selesai dalam waktu dekat agar hak pendidikan anak-anak tidak lagi terganggu oleh sisa-sisa bencana
Bencana banjir yang terjadi sejak Jumat (3/4/2026) pekan lalu ini diketahui telah merendam 10 desa di empat kecamatan berbeda di wilayah Demak. Hingga saat ini, warga di berbagai titik terdampak mulai bahu-membahu menata kembali tempat tinggal mereka seiring dengan air yang terus berangsur surut. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin















