• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Kasus Sudewo: Botok Minta KPK Periksa Husein dan Kapolresta Pati

Redaksi by Redaksi
Februari 2, 2026
in Regional
0
Kasus Sudewo: Botok Minta KPK Periksa Husein dan Kapolresta Pati
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Botok juga menilai Ahmad Husein Hafid perlu diperiksa terkait dugaan keterlibatan dalam lingkaran kasus tersebut.

Tuntutan ini disampaikan Botok di hadapan massa pendukungnya seusai menghadiri sidang lanjutan perkara pemblokiran Jalan Pantura Pati-Rembang di Pengadilan Negeri (PN) Pati Senin (2/2/2026). Ia meminta lembaga antirasuah tersebut tidak tebang pilih dalam menelusuri dugaan aliran dana korupsi sang Bupati.

Desakan Pemeriksaan Terhadap Sejumlah Tokoh di Pati

Dalam pernyataannya, Botok menyebutkan beberapa nama yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan aliran dana dari Sudewo. Ia berharap KPK berani mengambil langkah tegas untuk memeriksa pihak-pihak yang diduga ikut menikmati uang hasil korupsi tersebut.

Baca juga: Kasus Sudewo: KPK Periksa Camat Hingga Kades di Polda Jateng

”Saya berharap KPK memeriksa bapak Kapolresta Pati (Kombes Pol) Jaka (Wahyudi), koordinator aksi Ahmad Husein dan Ketua Ormas Yayak Gundul dan preman Sudewo yang mengintimidasi warga Pati,” tegas Botok.

Botok meyakini adanya indikasi kuat keterlibatan pihak luar dalam menyokong aktivitas Sudewo selama ini. Melalui AMPB, ia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung langkah hukum KPK dalam membersihkan praktik korupsi di Kabupaten Pati.

”Karena mereka diduga kuat menerima aliran dana dari Sudewo. Saya dan Teguh dan saudara AMPB tidak akan gentar sedikitpun,” tandasnya.

Skandal Jual Beli Jabatan Perangkat Desa Melalui OTT

Keterlibatan Sudewo dalam kasus korupsi bermula dari praktik jual beli jabatan pengisian perangkat desa (perades). Berdasarkan keterangan KPK, Sudewo diduga memberikan instruksi kepada sejumlah kepala desa untuk mengumpulkan dana dari para calon perangkat desa agar bisa lolos seleksi.

Dalam praktik ini, Bupati Pati nonaktif tersebut mematok tarif berkisar Rp125 juta hingga Rp150 juta untuk satu posisi. Namun, angka tersebut kemudian dinaikkan oleh beberapa kepala desa menjadi Rp165 juta hingga Rp225 juta. Para calon juga diintimidasi bahwa pengisian jabatan tidak akan dilaksanakan di tahun mendatang jika mereka menolak membayar.

Kasus ini memuncak pada operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Minggu (18/1/2026) malam. Selain Sudewo, tiga kepala desa yakni Abdul Suyono (Kades Karangrowo), Sumarjiono (Kades Arumanis), dan Karjan (Kades Sukorukun) turut ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (20/1/2026).

Baca juga: Kasus Sudewo: KPK Periksa 14 Saksi Baru di Polresta Pati

Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta Api DJKA

Selain terjerat kasus jabatan di tingkat desa, Sudewo juga menghadapi masalah hukum terkait posisinya di masa lalu sebagai anggota Komisi V DPR RI. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembangunan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Dalam kasus ini, Sudewo diduga menerima imbalan berupa commitment fee dari proyek pembangunan jalur kereta api tersebut. Akumulasi dari dua kasus besar ini membuat publik di Pati mendesak KPK untuk bekerja lebih transparan dan menyeluruh dalam membongkar seluruh jaringan yang terlibat. (LK1)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: AMPBBotokPN PatiSudewo
Previous Post

Tak Kapok, Polres Kudus Kembali Bekuk Residivis Curanmor

Next Post

Tak Dicover BPJS, Segini Biaya Pemeriksaan Calon Pengantin di Rembang

Redaksi

Redaksi

Next Post
Tak Dicover BPJS, Segini Biaya Pemeriksaan Calon Pengantin di Rembang

Tak Dicover BPJS, Segini Biaya Pemeriksaan Calon Pengantin di Rembang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

5
Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

5
777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG

777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG

5
Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

4
Dilapori Banyak Kepala SPPG Lalai dan Sering Bolos, Chandra: Saya Minta Dipecat

Dilapori Banyak Kepala SPPG Lalai dan Sering Bolos, Chandra: Saya Minta Dipecat

September 15, 2026
Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Sempat Pingsan, Kini Trauma

Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Sudah Sembuh

September 15, 2026
Banyak Kasus Dugaan Keracunan, BEM se-Rembang Desak MBG Dihentikan

Banyak Kasus Dugaan Keracunan, BEM se-Rembang Desak MBG Dihentikan

September 15, 2026
Kepala Dinas-Camat Bolos Paripurna DPRD Pati, Plt Bupati: Pasti Ada Sanksi

Kepala Dinas-Camat Bolos Paripurna DPRD Pati, Plt Bupati: Pasti Ada Sanksi

September 14, 2026

Recent News

Dilapori Banyak Kepala SPPG Lalai dan Sering Bolos, Chandra: Saya Minta Dipecat

Dilapori Banyak Kepala SPPG Lalai dan Sering Bolos, Chandra: Saya Minta Dipecat

September 15, 2026
Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Sempat Pingsan, Kini Trauma

Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Sudah Sembuh

September 15, 2026
Banyak Kasus Dugaan Keracunan, BEM se-Rembang Desak MBG Dihentikan

Banyak Kasus Dugaan Keracunan, BEM se-Rembang Desak MBG Dihentikan

September 15, 2026
Kepala Dinas-Camat Bolos Paripurna DPRD Pati, Plt Bupati: Pasti Ada Sanksi

Kepala Dinas-Camat Bolos Paripurna DPRD Pati, Plt Bupati: Pasti Ada Sanksi

September 14, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com