• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Krompyongan: Cara Unik Petani Desa Wuwur Pati Basmi Hama Tikus

Redaksi by Redaksi
Juli 1, 2025
in Regional
0
Krompyongan: Cara Unik Petani Desa Wuwur Pati Basmi Hama Tikus

Petani Desa Wuwur Pati membasmi tikus dengan cara krompyongan. Foto: Linikata/LK7

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Saat hama tikus merajalela merusak tanaman padi, petani di Desa Wuwur, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memiliki cara unik dan tradisional yang efektif untuk mengatasinya. Metode ini dikenal sebagai “krompyongan”, yang menggunakan kombinasi jaring dan kaleng.

Menurut Nur Kholis, salah satu petani setempat, krompyongan dilakukan ketika serangan hama tikus sudah sangat parah.

“Dua peralatan tersebut yang digunakan selama ini, untuk menangkap tikus,” ujarnya saat saat ditemui di lahannya, Selasa (1/7/2025).

Bagaimana Krompyongan Bekerja?

Kholis menjelaskan, metode krompyongan dimulai dengan memasang jaring sepanjang lebar sawah. Setelah itu, kaleng-kaleng yang telah dirangkai dipasang di area tersebut. Jika semua persiapan sudah selesai, para petani kemudian berjalan sambil membawa rangkaian kaleng yang menghasilkan bunyi nyaring.

Baca juga: Tak Bisa Atasi Hama, Petani Pati Berharap Pemerintah Turun Tangan

“Sambil berjalan juga teriak agar tikus lari. Cara ini hanya dilakukan oleh petani di sini,” tambah Nur Kholis.

Suara bising dari kaleng dan teriakan petani bertujuan untuk menggiring tikus-tikus agar lari ke arah jaring yang sudah terpasang, sehingga mudah ditangkap.

Efektivitas dan Semangat Gotong Royong

Para petani Desa Wuwur menilai cara krompyongan ini sangat efektif, bahkan lebih baik dibandingkan menggunakan setrum listrik atau metode gropyokan tikus (memburu tikus secara massal).

Baca juga: Tikus Jadi Mimpi Buruk Petani Pati: Disetrum, Diobat, Diplastik Masih Ada

“Biasanya dilakukan bersama petani lainnya, saling bergotong royong menangkap tikus,” tandas Nur Kholis.

Hasil dari krompyongan ini sering kali sangat memuaskan, dengan ratusan tikus berhasil ditangkap dan dikumpulkan. Cara unik ini terbukti efektif terutama saat musim hama tikus menyerang dan mengancam hasil panen padi. Inisiatif tradisional ini menunjukkan kearifan lokal petani Wuwur dalam menjaga keberlangsungan pertanian mereka.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: HamaPetani
Previous Post

Dinkes Pati Ungkap Penderita HIV/AIDS Capai 1.447 Orang

Next Post

Pendapatan Pajak Kendaraan Grobogan Tembus Rp30,6 Miliar dalam 3 Bulan

Redaksi

Redaksi

Next Post
Pendapatan Pajak Kendaraan Grobogan Tembus Rp30,6 Miliar dalam 3 Bulan

Pendapatan Pajak Kendaraan Grobogan Tembus Rp30,6 Miliar dalam 3 Bulan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

5
Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

4
Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

4
Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak

Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak

3
Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

September 6, 2026
Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

September 5, 2026
Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

September 5, 2026
Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

September 5, 2026

Recent News

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

September 6, 2026
Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

September 5, 2026
Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

September 5, 2026
Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

September 5, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com