• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Tak Bisa Atasi Hama, Petani Pati Berharap Pemerintah Turun Tangan

Redaksi by Redaksi
Juni 14, 2025
in Regional
0
Tak Bisa Atasi Hama, Petani Pati Berharap Pemerintah Turun Tangan

Joko Pranomo sedang mengambil tanaman padi yang rusak diserang tikus. Foto: Linikata/LK1

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Petani Pati, utamanya di Desa Sugiharjo, Kecamatan/Kabupaten Pati berharap pemerintah bisa turun tangan membantu mengatasi masalah serangan hama yang datang bertubi-tubi di lahan persawahan.

Mereka mengaku sudah melakukan berbagai cara untuk mengusir hama tapi hasilnya masih nihil. Serangan itu mulai dari asem-asman, Masa Tanam (MT) 2 ini sangat susah. Dari mulai awal tanam, itu terkena asem-aseman, sundep atau kaper yang bertelur dan jadi ulat hingga tikus.

Salah satu petani, Joko Pramono, mengaku sangat berharap ada peran pemerintah untuk membantu membasmi hama. Salah satunya dengan program gropyokan untuk mengusir tikus.

Baca juga: Tikus Jadi Mimpi Buruk Petani Pati: Disetrum, Diobat, Diplastik Masih Ada

“Program gropyokan ini bisa menekan serangan tikus agar tidak semakin meluas,” beber dia saat ditemui di lahannya, Kamis (12/6/2025).

Menurutnya, petani sebenarnya tidak mau menggunakan metode setrum untuk mengusir tikus, karena berbahaya. Namun, hal itu harus dilakukan karena petani sudah kehilangan akal untuk mengamankan lahannya.

“Setrum ini kelompok, ada yg nungguin biar nggak ada korban. Dan semua biayanya itu swadaya petani,” katanya.

Joko menambahkan, serangan tikus ini tidak hanya terjadi di desanya saja. Bahkan, biasanya yang paling dulu tanam, lahannya pasti yang paling dulu diserang tikus.

“Padahal harapan petani, memajukan masa tanam, kan menghindari banjir, e malah kena serangan tikus,” ungkap Joko.

Baca juga: Resah Padi Diserang Hama Bertubi-tubi, Petani Pati: Ruginya Banyak Sekali

Joko menyebut, untuk petani yang punya modal besar, biasanya akan menanam ulang lahannya jika terkena serangan hama. Namun, bagi petani modal cekak, mereka hanya bisa merawatnya dengan harapan bisa tumbuh subur lagi.

“Kalau panen full tanpa kena hama aja biaya nggak bisa nutup, apalagi ini diperkirakan hasil panen anjlok sampe 60 persen. Petani ruginya makin banyak sekali,” pungkas Joko. (LK1)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: gagal panenPetani
Previous Post

Lestari Moerdijat Ajak Puluhan Mahasiswa UI Lestarikan Peradaban Jejak Situs Patiayam

Next Post

Wajib Dicoba, Kuliner Segar Ikan Laut Barakuda yang Dimasak Pindang Srani di Kudus 

Redaksi

Redaksi

Next Post
Wajib Dicoba, Kuliner Segar Ikan Laut Barakuda yang Dimasak Pindang Srani di Kudus 

Wajib Dicoba, Kuliner Segar Ikan Laut Barakuda yang Dimasak Pindang Srani di Kudus 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

5
Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

4
Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

4
Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak

Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak

3
Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

September 6, 2026
Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

September 5, 2026
Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

September 5, 2026
Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

September 5, 2026

Recent News

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

Aksi Maling Kotak Amal Musala Rahtawu Kudus Dipergoki Warga, Dua Pelaku Diringkus

September 6, 2026
Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

Polisi Bongkar Sindikat Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Negara Rugi Rp10,8 M

September 5, 2026
Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

Fakta Menarik SMPN 1 Pati, Sekolah Rintisan Kemerdekaan yang Berdiri di Bekas Pabrik

September 5, 2026
Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

Nestapa Desa Terluar Pati: 3 Pekan Kekeringan, Warga Kletek Cari Air Sejauh 1 Km

September 5, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com