LINIKATA.COM, KUDUS – Kawasan lereng Pegunungan Muria turut Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, mendadak ramai oleh ratusan pencinta alam, Sabtu (18/7/2026) pagi ini. Sebanyak 500-an peserta antusias mengikuti aksi ‘Explore Pegunungan Muria Chapter Puncak 29’ bersama Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kudus.
Kegiatan bertajuk tadabbur alam ini mengombinasikan misi olahraga, kampanye pelestarian lingkungan, sekaligus promosi wisata daerah. Rombongan besar ini membelah jalur pendakian demi mengangkat pesona tersembunyi Kudus ke tingkat yang lebih luas.
Ratusan peserta yang memadati Basecamp Semliro sejak pagi hari terdiri dari dua elemen. Sebanyak 150 orang berasal dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Kudus, sementara 400 pendaftar lainnya merupakan masyarakat umum.
Baca juga: Akibat Konflik Global, Revitalisasi Sekolah Rusak di Kudus Molor
Tepat pukul 7.00 WIB, Bupati Sam’ani memimpin langsung kibaran start pendakian dari titik awal. Target utamanya adalah menaklukkan Puncak 29, atau yang akrab di telinga pendaki lokal dengan sebutan Puncak Songo Likur.
“Kudus punya kekayaan alam luar biasa. Di Muria saja, kita punya Puncak 29, Natas Angin, Argopiloso, Songgolangit, hingga Argodjembangan. Ini potensi wisata unggulan kita,” ujar Sam’ani di sela persiapan.
Bupati Ajak Peserta Manfaatkan Gawai untuk Promosi Media Sosial
Melalui agenda massal ini, Bupati mengajak seluruh peserta memanfaatkan gawai mereka sebagai alat promosi. Media sosial dinilai menjadi senjata paling ampuh untuk memperkenalkan keindahan jalur Muria saat ini.
“Mari kita bareng-bareng unggah dan viralkan potensi wisata ini ke media sosial,” ajaknya penuh semangat.
Baca juga: Sam’ani Ajak Warga Kudus Gairahkan Wisata Lewat Pendakian Massal Puncak 29
Misi Pelestarian Ekosistem Gunung Muria Bebas dari Sampah
Lebih dari sekadar promosi digital, Sam’ani menekankan pentingnya menjaga ekosistem gunung dari sampah. Kunjungan wisata yang meningkat harus berjalan beriringan dengan kesadaran kebersihan lingkungan agar roda ekonomi warga lereng Muria terus berputar secara berkelanjutan.
“Kita sehat, kita lestarikan alam, dan kita kenalkan pesona Kudus ke mata dunia,” pungkasnya.
Hingga pukul 10.40 WIB, iring-iringan peserta dilaporkan masih berjalan merayap menuju puncak. Di bawah cuaca yang mendukung, para pendaki tampak menikmati setiap sudut panorama asri Muria yang hijau dan asri. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin















