LINIKATA.COM, PATI – Rencana Pemerintah Kabupaten Pati untuk menata empat taman di wilayah Bumi Mina Tani pada tahun 2026 mendapat sorotan dari pihak legislatif. Alih-alih mempercantik estetika kota, proyek penataan tersebut dinilai kurang tepat momentum mengingat kondisi perekonomian masyarakat yang saat ini sedang melemah.
Tanggapan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah. Ia menyarankan agar penataan infrastruktur penunjang keindahan kota itu ditunda terlebih dahulu dan anggarannya dialihkan untuk sektor yang lebih mendesak.
“Kalau saat ini menurut saya kalau taman karena kondisi ekonomi masyarakat yang baru melemah ya, (jadi) untuk taman saat ini (sebaiknya) ditunda dulu,” jelas Muntamah.
Baca juga: Respons Keluhan Warga, DLH Pati Kucurkan Rp190 Juta untuk Benahi 4 Taman Kota
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, alokasi anggaran yang disiapkan untuk mempercantik taman akan jauh lebih bermanfaat jika diprioritaskan pada program-program pemulihan daya beli masyarakat maupun upaya stabilitas ekonomi daerah.
“Taman itu penting untuk keindahan, tetapi lebih urgent kalau misalnya (digunakan untuk) hal-hal lain yang saat ini ekonomi melemah, (lalu) bagaimana ekonomi cepat stabil,” terang dia.
Belum Ada Pemberitahuan Resmi ke Komisi C
Lebih lanjut, Muntamah mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihak legislatif, khususnya Komisi C, belum menerima pemaparan atau laporan mendalam mengenai rincian teknis maupun besaran anggaran untuk proyek penataan tersebut.
“Belum pernah ada informasi yang sifatnya formal ke Komisi C,” ucap Muntamah.
Baca juga: Listrik Sering Padam, Usaha Rumahan di Gembong Pati Rugi Puluhan Juta
Sebagai informasi, empat titik ikonik di Kabupaten Pati yang masuk dalam daftar rencana penataan tersebut meliputi Taman Stasiun Puri, Patung Kereta Kuda Arjuna, Taman Tugu Bandeng Puri, dan Taman Tugu Nelayan. Anggaran untuk proyek tersebut adalah Rp190 juta.
Pemerintah daerah sebelumnya menggulirkan rencana ini sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kondisi fasilitas publik yang mulai kurang terawat, seperti masalah air yang keruh dan minimnya penerangan di sekitar lokasi-lokasi tersebut. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















