LINIKATA.COM, PATI – Dua desa di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati terendam banjir pada Sabtu (23/5/2026). Bencana genangan ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Widodaren akibat tidak mampu menahan lonjakan debit air, sehingga meluap dan menggenangi ratusan rumah warga setempat.
Sungai yang membelah kawasan Desa Ketitangwetan tersebut dilaporkan jebol selebar 10 meter. Kerusakan tanggul dipicu oleh guyuran hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Pati sejak Jumat (22/5/2026) malam. Dampaknya, ratusan rumah di dua desa terendam banjir dengan ketinggian air rata-rata mencapai 40 hingga 50 sentimeter.
Kondisi luapan air yang datang secara tiba-tiba ini sempat membuat warga panik untuk menyelamatkan barang-barang berharga milik mereka ke tempat yang lebih aman. Selain menyasar permukiman, banjir juga melumpuhkan akses jalan desa. Sejumlah kendaraan roda dua milik warga dilaporkan mogok akibat nekat menerobos genangan air.
Baca juga: Imbas Bendung Karet Sungai Juwana, Nelayan Disebut Susah Melaut sampai Sedimentasi Parah
Tanggul Ambrol Tak Mampu Tampung Air Kiriman
Salah satu warga Desa Ketitangwetan, Pardiman, mengungkapkan bahwa banjir bandang terjadi setelah struktur tanggul Sungai Widodaren yang mengarah ke Desa Raci ambrol. Menurut pengamatannya, aliran sungai sama sekali tidak mampu menampung derasnya kiriman air dari wilayah perbukitan di sebelah selatan.
”Hujan deras pada Jumat malam. Lalu tanggul sungai jebol sekitar pukul 05.00 WIB. Ada dua desa yang terkena. Kalau Raci banyak rumah yang tergenang. Gabah di selapan ini ya tenggelam,” kata Pardiman.
Dua RT di Ketitangwetan dan Desa Raci Terdampak
Merespons bencana tersebut, aparat kewilayahan dari TNI langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu melakukan pendataan dan memantau kondisi warga. Anggota Koramil Batangan, Sertu Sukamto, membenarkan bahwa tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Pati sejak semalam menjadi dalang utama meningkatnya debit air sungai secara drastis hingga menjebol tanggul.
Baca juga: Kerap Lampaui Target, Dishub Pati Usulkan Retribusi Parkir Naik Jadi Rp700 Juta
”Hujan mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB. Sehingga mengakibatkan sebagian tanggul jebol dan wilayah Desa Raci tergenang air. Ketinggian sekitar 30-40 cm di jalan protokol desa. Desa Ketitangwetan ada dua RT yang terdampak,” tandas Sertu Sukamto.
Hingga berita ini diturunkan, titik tanggul yang jebol sepanjang 10 meter tersebut belum dapat dilakukan penanganan darurat maupun perbaikan secara fisik karena arus dan debit air di sepanjang Sungai Widodaren terpantau masih sangat tinggi.
Warga di bantaran sungai kini mengaku khawatir luapan banjir akan semakin meluas dan bertambah parah, mengingat tren intensitas curah hujan di wilayah Batangan dan sekitarnya masih tergolong tinggi dalam kurun waktu tiga hari terakhir. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














