LINIKATA.COM, PATI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mulai membenahi saluran drainase di Jalan Supriyadi, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Pati. Langkah ini diambil guna merespons keluhan masyarakat terkait maraknya genangan banjir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR Kabupaten Pati, Arief Wahyudi, menjelaskan bahwa perbaikan saluran air sepanjang 178 meter tersebut dikerjakan dengan nilai penawaran kontraktor sebesar Rp380 juta. Proyek ini resmi dimulai sejak terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 4 Agustus 2026.
“Untuk pekerjaan drainase tersebut panjang total 178 meter mas. Kalo penawaran rekanan Rp380 juta mas. Untuk surat perizinan mulai kerja (SPMK) 4 agustus sampai 31 oktober,” ujar Arief, Selasa (8/9/2026).
Hingga saat ini, progres pengerjaan fisik di lapangan telah menyentuh angka 45 persen. Pihak DPUTR Pati optimistis seluruh tahapan pembenahan dapat rampung tepat waktu pada 31 Oktober 2026 mendatang.
Baca juga: Tangani Kekeringan, Pemkab Pati Siapkan Rp1,5 M untuk Pasok Air Bersih
Respons Keluhan
Arief menegaskan, pembenahan drainase ini difokuskan untuk mengatasi permasalahan luapan air yang selama ini mengganggu akses publik serta kawasan permukiman warga di sekitar Jalan Supriyadi.
“Karena keluhan dari masyarakat terkait sering terjadinya genangan banjir di sepanjang depan kantor kecamatan Pati, BPR Bank Daerah, Pemadam dan permukiman sekitarnya pada saat hujan deras,” jelasnya.
Baca juga: KONI Pati Kekurangan Rp1,7 M untuk Persiapan 343 Atlet ke Porprov Jateng 2026
Pasang Pintu Air
Selain memperbaiki struktur fisik drainase, DPUTR Pati juga mengantisipasi meluapnya air sungai ke saluran perkotaan saat debit sungai di sebelah barat meningkat. Untuk memutus aliran balik tersebut, konstruksi pintu air akan dipasang di titik ujung drainase.
“Debit air di sungai sebelah barat naik dipastikan air dari aliran sungai masuk ke drainase kota dan akibatnya air meluber ke jalan dan nantinya juga akan dibuatkan pintu air di ujung drainase kota yang menghubungkan ke sungai tersebut, untuk mengantisipasi air dari sungai masuk kembali ke drainase kota,” tandasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














